loading...

Gapura selamat datang sebagai tetenger keberadaan Goa Banyunibo, Dlingo, Bantul.
Joglosemarnews/Kiki Dian

Mengeksplorasi kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta seperti tak akan ada habisnya. Masih di satu kawasan saja sudah berderet obyek wisata yang indah dan menawarkan kekhasan masing-masing.

Seperti yang satu ini, tepatnya berada di Seropan 1, Muntuk, Dlingo, Muntuk,  Bantul, DIY, ada obyek wisata yang bernama Goa Banyunibo.

Keindahan Air terjun Goa Banyunibo, Dlingo, Bantul
Joglosemarnews/Kiki Dian

Sebenarnya obyek wisata ini berupa air terjun kecil dengan goa tersembunyi. Ironisnya, penduduk setempat pun mengakui belum pernah melihat secara persis letak goa yang dimaksud. Hanya saja untuk menemukan tempat wisata ini perlu sedikit perjuangan. Selain tempatnya yang masih sepi, belum begitu banyak disinggahi, fasilitas yang ditawarkan pun masih ala kadarnya.

Beruntung ada tetenger gapura bertuliskan Goa Banyunibo di pinggir jalan yang dapat memudahkan pengunjung, namun dengan posisi agak turun mengingat tanahnya pada posisi yang rendah. Untuk parkir kendaraan dapat dititipkan ke rumah warga terdekat, hanya perlu berjalan 10-15 meter dari lokasi. Kemudian menuju Goa Banyunibo memakan waktu tak sampai 20 menit.

Seperti hiking sebenarnya, karena menyusuri jalan setapak yang berliku. Medan menuju ke air terjun ini pun cukup terjal, harus hati-hati, juga licin meski sudah ada anak tangga dari perpaduan kayu dan karet ban, sayang tak terawat. Tinggal menyusuri rangkaian bambu sebagai penghubung anak tangga yang dapat memandu sampai ke air terjun tersebut. Baiknya pelan, merambat pada bebatuan saat turun dan jangan lupa sangu lotion.Nyamuknya top,ganas dan banyak. Untuk masuk ke tempat wisata ini gratis.

Sudut Gardu Pandang yang berada di atas jurang, menjadi spot foto yang menantang.
Joglosemarnews/Kiki Dian

Ketika sampai di air terjun, rasanya cukup lega dan memuaskan. Meski debit airnya tak banyak seperti air terjun pada umumnya, namun melihat dan mendengar gemericik air dari atas bebatuan dengan ketinggan 15-20 meter, turun sudah menyenangkan. Sayangnya kolam yang menjadi pertemuan air terjun terlihat kotor berwarna kecokelatan. Nah, konon di balik bebatuan yang tertutup air terjun itulah goanya.

Loading...

“Ya di balik banyune niku mbak, wong seprene aku yo urung tau weruh. (Ya di balik air terjun itu, mbak. Hingga saat ini, saya juga belum pernah tau (Goa-red),”ujar seorang warga kepada Joglosemarnews.com.

Sementara itu di atas air terjun pada tanah yang rata, dibangun sebuah gubuk yang bisa buat berteduh,serta gardu pandang untuk swafoto. Kiki Dian

Loading...