loading...

PINUS SEWU-Pengunjung berjalan di antara deretan pohon di Pinus Sewu Kumboro. Joglosemarnews/Aris Arianto

WONOGIRI-Bingung mencari lokasi menghilangkan penat setelah beraktifitas sepekan? Lokasi baru ini patut dicoba, kawasan Pinus Sewu Kumboro, Desa Jeporo, Kecamatan Jatipurno, Wonogiri. Lama perjalanan sekitar tiga jam dari Kota Solo.

Di dalam area hutan pinus ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam menawan. Di sisi selatan dan utara terlihat jelas deretan hutan pinus. Selain itu, oleh pemerintah desa setempat sudah diberikan fasilitas berupa gubuk- gubuk kecil yang digunakan untuk melepas lelah sembari merasakan hawa dingin khas daerah pegunungan.

Ingin menikmati air segar khas pegunungan secara langsung? Jangan khawatir di Pinus Sewu tersedia beberapa bak kecil berisi air yang mengalir deras melalui pipa dari sumber sekitar.

“Lokasi ini memang masih perawan, dan baru dibuka untuk umum sekitar satu setengah tahunan,” ungkap Kepala Desa Jeporo, Kiyato, Minggu (21/1/2018).

Selain hutan pinus asri, pengunjung bisa pula naik ke puncak Nongko Rembel, lokasinya di sisi kanan sebelum pintu masuk hutan. Pengunjung dapat melihat langsung kota Kecamatan Purwantoro dan sekitarnya, serta Waduk Gajah Mungkur pun terlihat jelas.

Saat ini, pihaknya memperbaiki fasilitas pendukung lainnya,utamanya akses jalan masuk ke dalam hutan Pinus Sewu itu. Namun lantaran area hutan tersebut milik Perhutani perlu adanya koordinasi terlebih dahulu.

Loading...

Kiyato mewacanakan untuk pengembangan wisata Pinus Sewu Komboro akan dibuat integrasi dengan wisata yang ada di dusun lain. Misalnya agro wisata, berupa sentra apel dan sentra strowberi. Karena iklim di Desa Jeporo sangat mendukung dengan kedua  tanaman  buah tersebut. Nantinya pihaknya mendorong warganya untuk menangkap peluang bisnis baru yakni  kuliner dan penginapan.

“Jadi jangan sampai orang piknik ke Pinus Sewu ini kelaparan. Maka secara perlahan-lahan akan kami tata fasilitas pendukung, seperti toilet dan sarana lainnya,” tandas dia.

Namun untuk menuju kawasan Pinus Sewu Komboro, dia menyebut harus menyiapkan energi yang cukup berikut cadangannya. Pasalnya, medan yang dilalui sangat menguras energi.
Kendaraan roda dua hanya bisa sampai di pintu masuk kawasan. Itupun setelah melalui trek licin jalan rabat dan makadam sepanjang lima kilometer dari pusat Kecamatan Jatipurno.

Turun dari motor, kaki diwajibkan menapaki jalanan setapak super licin. Treknya naik dan turun dan tanpa ada pegangan tangan di sisi kanan maupun kiri jalan. Otomatis, kekuatan kaki plus keseimbangan diperlukan untuk menaklukkannya.

“Tapi kalau sudah sampai lokasi, rasa lelah langsung sirna,” jelas dia. Aris Arianto

Loading...