loading...
Loading...

Kepala Satreskrim Polresta Surakarta Kompol Agus Puryadi

SOLO-Kasus penipuan dan penggelapan dana jamaah yang dilakukan oleh PT Ustmaniyah Hannien Tour masih terasa hangat di telinga. Saat ini kasus ini masih ditangani Satreskrim Polresta Surakarta.

Belum lama ini Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Surakarta  juga telah melakukan pendataan dan verifikasi perizinan semua biro perjalanan  umrah yang beroperasi di  Kota Solo. Hasilnya, ditemukan sebanyak 127 umrah dan haji yang beroperasi di Kota Solo juga belum memiliki izin operasional dari  kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Jateng

Baca Juga :  Lima Siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Kembali Ukir Prestasi

Ironisnya, kantor Kemenag Kota Surakarta juga tengah fokus memelototi  dua biro umrah. Hingga saat ini dua biro umrah yang dimaksud juga masih aktif beroperasi di Kota Solo. Dua biro perjalanan umroh yakni Abu Tour dan Solusi Balad Lumampah (SBL).

“Kami tengah fokus melakukan pengawasan ketat terhadap dua biro perjalanan umrah tersebut. Pengawasan intensif ini sesuai denggan instruksi dari Kemenag pusat. Hal ini dilakukan lantaran banyaknya keluhan dari para calon jamaah yang batal beribadah umrah di Tanah Suci,” jelas Kasi Perjalanan Haji dan Umrah, Kemenag Kota Surakarta, Rosyid Ali Safitri.

Baca Juga :  Komandan Lanud Adi Soemarmo Buka Pendidikan Sesarcab Pomau A-25 di Lanud Adi Soemarmo

Saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (21/1/2018), Rosyid menjelaskan lebih detail bahwa informasi yang didapatnya dari kantor Kemenag Pusat ada sekitar 3.000 jemaah dari SBL yang kemungkinan tidak bisa berangkat umrah.

“Kami akan terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Saat ini tengah fokus untuk pengumpulan data. Setelah selesai akan segera kami laporkan ke Mapolresta Surakarta,” sambung dia.

Baca Juga :  Mahasiswa UNSA Ikuti Latihan Bela Negara Di Lanud Adi Soemarmo

Polresta Surakarta Belum Terima Laporan

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo melalui Kasatreskrim Kompol Agus Puryadi memastikan hingga kini belum menerima laporan adanya dugaan penipuan dari korban dari kedua biro perjalanan umrah yang dimaksud.

“Kami belum menerima laporan. Seandainya nanti ada langsung kita tangani,” terang Kompol Agus Puryadi.

Satria Utama

Loading...