loading...

 

 

Simulasi pengamanan Pilkada di Mapolres Karanganyar, Jumat (26/1/2018). Foto/JSnews

KARANGANYAR–  Menghadapi Pemilu Serentak 2018, aparat Kepolisian Polres Karanganyar bersama Kodim 0727   menggelar Tactical Floor Game (TFG), di Makodim setempat, Jumat (26/01/2018). Dalam TFG ini, sejumlah skenario disimulasikan, mulai dari kondisi tenang hingga terjadinya kerusuhan yang dilakukan oleh masing-masing pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Dalam pengamanan pemilukada  ini, pengamanan juga melibatkan anggota TNI yang akan membantu Polres Karanganyar mengamankan jalannya pesta demokrasi.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto,mengatakan simulasi sispam kota Pilkada 2018 yang dilaksanakan ini dengan maksud agar personell yang terlibat  dapat memahami tugas pokok fungsi peran masing-masing satuan kerja.

Baca Juga :  Rentan Terpapar Corona Virus, Puluhan Pemudik Asal Jabodetabek di Matesih Karanganyar Digiring Masuk Kotak dan Disemprot Desinfektan. Camat Geregetan Sejumlah Bus Masih Nekat Ngeyel

“ Tujuannya untuk memberikan pengetahuan secara  mendalam terkait pentingnya pemahaman tentang sispam kota pada pemilu kada tahun 2018 ini,” kata Kapolres.

Dijelaskan, Polres  serta Kodim Karanganayar, memiliki komitmen yang sama untuk mengamankan, sehingga pelaksanaan pemilu kada dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu, terkait dengan kemungkinan isu sara yang akan terjadi dalam pemilukada Karanganyar, Kapolres mengatakan, telah melakukan antisipasi sejak dini, agar isu sara yang terjadi di wilayah lain, tidak terjadi di Karanganyar.

“ Soal  isu sara dan kampanye hitam lainnya, sampai saat ini belum ada.Kita tetap melakukan  antisipasi jangan  sampai isu sara  yang terjadi dalam  pemilihan gubernur  di Jakarta dan daerah lain, terjadi di Karanganyar,” ujarnya.

Baca Juga :  Mengejutkan, Pengakuan Pria Asal Jenawi Karanganyar Yang Tega Jual Istri Cantiknya Untuk Layani 4 Pria Sekaligus. Ternyata Motifnya Karena Ini, Juga Sering Berfantasi Nonton Film Begini!

Ia juga meminta kepada bakal pasangan calon untuk menjual ide dan gagasan dalam membangun Karanganyar dan bukan menjelekkan pasangan lain.  Wardoyo