loading...
Sriyanto Saputro. JSNews/Yok

KARANGANYAR–  Komisi A DPRD I Jawa Tengah, meminta kepada Panwaskab Karanganyar agar bekerja secara profesional dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh proses tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar yang akan berlangsung pada tanggal 27 Juni mendatang.

Hal tersebut dikatakan anggota Komisi A DPRD I Jawa tengah, Sriyanto Saputro, usai melakaukan pertemuan dengan Panwaskab Karanganyar, Rabu (17/01/2018). Menurut Sekretaris DPD Gerindra Jateng iti, masyarakat Karanganyar menaruh harapan besar agar proses pelaksanaan demokrasi dapat berlangsung sesuai aturan yang berlaku.

“ Kami minta agar Panwaskab bekerja secara profesioanal, serta  menjaga netralitas, sehingga proses demokrasi berjalan sesuai aturan main,” kata Sriyanto Saputro.

Baca Juga :  Update Terbaru Corona Karanganyar Hari Ini. Masih Waspada, Jumlah ODP Tambah 23 Orang Jadi 780, Jumlah PDP Tambah 2 Orang Total Masih 16 Pasien

Politisi Partai Gerindra tersebut juga menegaskan, agar Panwaskab tidak pilih kasih dalam menegakkan aturan serta bersikap tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh kontestan pemilu.

Sementara itu, terkait dengan kotak kosong yang kemungkinan akan melawan pasangan Juliyatmono-Rober Christanto dalam Pilkada Karanganyar, Sriyanto menyatakan, secara regulasi, belum diatur secara jelas.

“ Soal kotak kosong, secara regulasi belum diatur secara jelas. Yang perlu saya tegaskan, setiap orang mempunyai hak untuk menentukan pilihannya, termasuk memilih kotak kosong. Mereka tidak bisa dipaksa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaskab Karanganyar, Kustawa, menjelaskan, sosialisasi pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada maupun Pilgub, telah dilaksaakan kepada seluruh elemen masyarakat. Menurut Kustawa, dalam melaksanakan pengawasan, partisipasi masyarakat sangat diperlukan.

Baca Juga :  Kejutan Baru, Diantar Petinggi Golkar, Duet Pengusaha Sukiman - Mulyono Resmi Daftar ke DPD Gerindra Jateng untuk Pilkada Sragen 2020

“ Kita telah melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Kita juga berharap, partisipasi aktif dari masyarakat untuk melakukan pengawasan,” ujar Kustawa.  Wardoyo