JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Harga Gabah Langsung Anjlok, Petani Sragen Kecam Impor Beras

Ilustrasi petani di Tanon Sragen. Foto/Wardoyo
Pengurus kelompok tani Desa Gawan, Sutarno. Foto/JSnews

SRAGEN– Kebijakan pemerintah mendatangkan beras impor sebanyak 500.000 ton menuai kecaman dari kalangan petani di wilayah Sragen. Mereka mengecam kebijakan impor karena dianggap akan merugikan petani yang sebagian kini mendekati panen raya padi.

Para petani juga menyayangkan kebijakan pemerintah Jokowi yang dinilai bertolak belakang dengan janji saat kampanye yanh akan melindungi petani dengan menekan impor. Bahkan, sejak kabar impor beras baru beredar sepekan lalu,  harga tebasan padi saat ini langsung merosot antara Rp 1 hingga Rp 2 juga per patok.

Baca Juga :  Lolos 3 Besar, 15 Pejabat Sragen Tinggal Berebut Restu Bupati untuk Duduki Kursi Empuk di 5 Dinas. Satu Dinas Zonk

Kecaman itu datang salah satunya dari pengurus kelompok tani di Dukuh Ngamban,  Desa Gawan,  Tanon,  Sragen, Sutarno. Menurutnya impor beras itu sangat merugikan petani di daerahnya yang saat ini sudah memulai masa panen.

Baca Juga :  Meski Libatkan Oknum Guru Silat, Kapolres Sragen Tegaskan Akan Profesional Tangani Kasus Perkosaan Massal Siswi SD. Sebut Tak Ada Intervensi!

Sejak berembus kabar impor beras, harga tebasan di sawah dalam beberapa hari terakhir terus anjlok. Jika sebelum ada kabar impor,  harga tebasan satu petak seperempat hektare bisa mencapai Rp 8 juta, beberapa hari terakhir harga langsung anjlok menjadi tinggal Rp 6-7 juta.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua