JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Di Jakarta Nonbar, di Solo Sulit Saksikan Gerhana Karena Mendung


ratusan warga berkumpul menikmati gerhana bulan di kampung budaya setu babakan 20180131 205648
Tribunnews

JAKARTA – Sejak sore hingga petang hari, cuaca di kota Solo hujan. Dan malam harinya, awan masih sisemuti mendung. Hal itu membuat warga yang hendak menyaksikan fenomena gerhana bulan menjadi kesulitan.

Beda halnya dengan wilayah Jakarta, ratusan warga berkumpul menikmati gerhana bulan di Kampung budaya Setu Babakan, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Berdasarkan pantauan, ratusan orang yang berkumpul merupakan warga sekitar Setu Babakan. Mereka berkumpul sejak pukul 18.30 WIB.

Baca Juga :  Diragukan Kualifikasinya sebagai Panasihat KKP, Ini Jawaban Telak Effendi Gazali untuk Majelis Hakim Tipikor

Selain itu, pengunjung yang hadir rata-rata didominasi kaum Ibu bersama putra-putrinya.
Jupri (35), warga Lenteng Agung mengatakan, ia sengaja mengajak istri beserta kedua anaknya untuk menikmati fenomena gerhana bulan total ‘super blue blood moon’.
“Ini sengaja ajak istri sama anak-anak. Penasaran pingin liat gerhana bulan warna merah,” ucapnya kepada Tribunnews.com, Rabu (31/1/2018).

Beberapa kaum muda juga terlihat menikmati gerhana bulan sambil mengabadikannya dengan kamera.
Kaum muda lainnya juga mengabadikan moment gerhana bulan super blue blood moon 150 tahun sekali ini dengan live di media sosial miliknya.
“Ini lagi live di facebook. Kapan lagi bisa lihat bulan warna merah,” ucap Rizal yang datang bersama kekasihnya.

Baca Juga :  Kabar Gembira, 3 BUMN Buka Lowongan Kerja Ada Formasi Lulusan SMA Sampai Sarjana. Simak Info Lengkapnya, Persyaratan dan Pendaftarannya!

Sementara itu, di lokasi pengamatan gerhana bulan di Setu Babakan, tidak nampak teleskop atau teropong untuk warga yang ingin melihat secara jelas. Tribunnews