loading...
Loading...
Gambar pasangan Rohadi Widodo- Ida Retno Wahyuningsih yang sudah beredar di publik. Foto/Istimewa

KARANGANYAR–  Koalisi partai pendukung pasangan Juliyatmono-Rober Christanto, menyayangkan keluarnya Partai Gerindra dan berbalik arah berkoalisi dengan PKS  yang mengusung pasangan Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih.

Ketua DPC PDIP Karanganyar mengaku sangat menyesalkan keluarnya Partai Gerindra dari koalisi. Pasalnya, sejak pendaftaran pasangan calon beberapa waktu lalu, koalisi masih solid, namun Gerindra berubah haluan. Bahkan sampai saat ini, menurut Endang, belum ada pernyataan resmi dari Geridra, terkait keluarnya mereka dari koalisi.

“ Kita patut menyayangkan Gerindra keluar dari koalisi. Meski keluar, koalisi tetap solid. Inilah politik, kita tidak bisa memaksa,” kata Endang, Kamis (18/01/2018).

Baca Juga :  Sambangi Pabrik Acidatama di  Karanganyar, Menteri Pertanian Ingatkan  Pengunaan Zat Kimia Yang Ramah Linkungan! 

Ketika disinggung apakah partai koalisi akan meminta klarifikasi terkait keluarnya Partai Gerindra ini, menurut Endang, koalisi segera melakukan koordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Yang jelas, secara keseluruhan tidak mengganggu koalisi. Kita tetap solid. Bahkan kita yakin menang di angka enam puluh persen perolehan suara,” tandasnya.

Sementara itu,  sampai saat ini, belum ada pernyataan dari Paratai Gerindra, terkait bergabungnya mereka dengan PKS. Ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, ketua DPC Partai Gerindra, Yulianto tidak mengangkat panggilan telepon.

Sebagaimana diketahui, pasangan Juliyatmono-Rober Christanto ini didukung oleh 8 partai yang membentuk koalisi besar. Yakni partai Golkar dan PDI Perjuangan, sebagai partai pengusung,  serta PKB, PAN, PPP, Hanura, Partai Demokrat, serta Partai Gerindra sebagai partai pendukung.

Baca Juga :  Dampak Bom Bunuh Diri, Semua Pengunjung di Polres Karanganyar  Digeledah Tim Khusus. Tamu Berjaket Tertentu Jadi Prioritas! 

Koalisi besar tersebut hanya menyisakan PKS  yang tidak bisa mengajukan calon sendiri,  karena jumlah perolehan kursi di DPRD   Karanganyar yang  tidak mencapai 20 persen sebagai syarat untuk mencalonkan pasangan bakal calon.

Namun dalam perjalanannya, karena hanaya ada satu bakal pasangan calon yang mendaftar, KPU  Karanganyar kembali membuka pendaftaran. Pada masa   perpanjangan waktu  pendaftaran ini, dimanfaatkan PKS untuk menggandeng Partai Gerindra,   untuk menarik dukungannya dari koalisi besar dan mengusung pasangan calon sendiri. Wardoyo

Loading...