JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Festival Ngopi Bareng KAI : 20.000 Cangkir Kopi Dibagikan oleh PT KAI Daop VI Yogyakarta

Pembagian 20.000 cangkir kopi gratis kepada pelanggan PT KAI Daop VI Yogyakarta. JSnews/Satria

 

310118kopi gratis pt ka
Pembagian 20.000 cangkir kopi gratis kepada pelanggan PT KAI Daop VI Yogyakarta. JSnews/Satria

SOLO-PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta menggelar acara kreatif dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Event kreatif tersebut, yakni Festival Ngopi Bareng KAI.

Sebanyak 20.000 cangkir kopi telah dibagikan gratis kepada para penumpang KA di lingkungan PT KAI Daops VI Yogyakarta.

Manager Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta Eko Budiyanto menjelaskan, 20.000 cangkir kopi gratis dibagikan di sejumlah titik stasiun. Titik pembagian kopi gratis selama dua hari sejak Selasa (30/1) lalu dilakukan di Stasiun Tugu Yogyakarta, dan Stasiun Balapan Solo. Waktu pembagian ribuan kopi gratis, mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

Baca Juga :  Cabe Rawit di Solo Harganya Semakin Pedas, Tembus Rp 120 ribu per Kilogram, Lampaui Harga Daging Sapi

Pembagian kopi gratis kepada para penumpang, terdapat sepuluh stand yang disiapkan di stasiun. “Kopi gratis juga dibagikan di dalam kereta. Untuk Daops VI dilakukan di KA Argo Lawu, Argo Dwipangga, dan Sancaka,” terang di sela pembagian kopi gratis di Stasiun Balapan, Rabu (31/1/2018).

Eko menambahkan, Festival Ngopi Bareng KAI dilakukan dalam rangka memperkenalkan dan meningkatkan daya saing kopi Indonesia di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Nur Kholid Syaifullah Ditunjuk Jadi Pimpinan Pusat Yayasan Majlis Tafsir Alquran, Gantikan Ustaz Ahmad Sukina yang Wafat

Menurut dia, dalam pembagian kopi gratis, juga diberikan sosialisasi mengenai khasanah kopi di Indonesia, dan manfaat minum kopi, dan bagaimana cara minum kopi dengan baik.

Guna mendapatkan secangkir kopi, para penumpang maupun calon penumpang cukup menunjukkan aplikasi KAI akses di smartphone.

“Kendati begitu berdasar fakta di lapangan, penumpang yang belum memiliki aplikasi itu tetap mendapatkan secangkir kopi,” pungkas Eko. Satria Utama