loading...


Suasana pemakaman almarhum Soetardjo, mantan ajudan Presiden Bung Karno di Sragen, Rabu (24/1/2018). Foto/JSnews

SRAGEN – Salah satu putra terbaik yang pernah menjadi anggota pasukan pengawal Presiden Soekarno, Letnan Dua Ahmad Soetarjo, berpulang, Rabu (24/1/2018) di kediamannya Cantel, Sragen.

Kepergian Soetardjo menyimpan banyak kenangan atas sosoknya yang dinilai menjadi teladan bagi anak-anaknya.

Menurut putra sulung almarhum, Eddy Herwanto, ayahnya memang sangat sederhana dan bahkan nyaris tak pernah memamerkan tugasnya mengawal Presiden kala itu. Almarhum juga berpesan jika meninggal ingin dimakamkan di taman makam pahlawan.

Baca Juga :  Golkar Sragen Targetkan 100.000 Suara Untuk Jadikan Agus ke DPR RI di Pileg 2019. Ajak Masyarakat Sragen Buat Sejarah Punya DPR RI dari Sragen 

“Beliau berpesan supaya tidak dimakamkan di taman makam pahlawan kalau meninggal,” papar Eddy ditemui usai pemakaman, Rabu (24/1/2018).

Anak Soetarjo yang lain, Eddy Hari Susanto menambahkan, ayahnya memiliki 14 anak dari dua kali pernikahan.

Isteri pertama meninggal pada 1965, sebelum meletusnya G30S/PKI. Soetarjo kemudian memutuskan pindah ke Yogyakarta pada 1965. Pada medio 1990-an, Soetarjo kemudian balik tinggal di kampung kelahirannya di Sragen.

Baca Juga :  Geger Bunuh Diri di Gondang Sragen. Tak Tahan Kahanan, Warga Kaliwedi Nekat Gantung Diri di Kuburan 

Di mata keluarga, mantan Letda yang dikenal sebagai ajudan setia pahlawan Proklamator RI itu juga dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana dan enggan tampil bermewahan meski dekat dengan orang pertama di negeri ini. Wardoyo

 

Loading...