loading...
Loading...
Ilustrasi

 

SALATIGA –  Cekcok pasangan suami istri (Pasutri) di rumah mungkin sudah biasa. Cekcok Pasutri yang berujung pada kematian salah satu dari kedua belah pihak, beberapa kali terjadi.

Namun kalau cekcok tersebut berlangsung di dalam angkutan kota (Angkot) dan mengakibatkan sang istri tewas, ini luar biasa.

Peristiwa itu terjadi Sabtu (27/1/2018) lalu, saat Sri Rahayu (39) dan suami sirinya Nur Khamid (40) ribut di dalam angkutan kota (angkot) bernopol H 1055 BB dan tengah melintas di Desa Bener, Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Ditengarai, Rahayu disiksa sebelum disebut Khamid terjatuh dari angkot yang ia kendarai. Rahayu merupakan seorang karyawan pabrik briket arang dan beralamat Dusun Macanan RT 07 RW II, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

 

Saat divisum, tubuhnya diketahui mengalami luka lebam di beberapa bagian termasuk sobek pada kepala belakang.

 

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana bersama timnya tiba di rumah korban, Sabtu (27/1/2018) malam. Di sana ia mendapatkan keterangan jika sebelum kejadian korban bersama terduga pelaku yang tak lain adalah suami korban, Nur Khamid (40) warga Dusun Krajan RT 03 RW II, Bener, Kecamatan Tengaran.

Baca Juga :  Negara Keluar Rp 714 Juta Per Bulan untuk Gaji 14 Staf Khusus Jokowi

 

“Mereka suami istri dan menikah siri, sementara saat sedang di dalam angkot di sekitar Desa Bener keduanya sempat cekcok. Terduga pelaku sempat mengantar korban ke Rumah Sakit Tentara Dr Asmir Salatiga. Namun sampai di sana kondisi korban sudah meninggal,” jelasnya, Minggu (28/1/2018).

 

Jenazah perempuan tiga anak tersebut kemudian dibawa pulang ke rumahnya di Dusun Macanan.

Mendengar pengakuan Khamid, pihak keluarga korban tidak percaya begitu saja. Apalagi pada tubuh korban terdapat luka lebam.

Kesangsian keluarga juga diperkuat keterangan Bidan Desa Tajuk, Reni. Dari pemeriksaan visum luar tim medis Puskesmas Getasan, tercatat pada jasad Rahayu ada luka lebam di pipi dan lengan kiri.

“Kemudian luka lecet di tangan kanan. Ditambah dari hidung dan telinga keluar darah. Atas temuan ini, keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Getasan,” lanjut Yusi.

Baca Juga :  Bus Rombongan Guru TK Tulungagung Alami Kecelakaan, Terperosok ke Kali Judel Blitar, 5 orang Tewas

Dari hasil visum dan olah TKP sendiri dinyatakan kuat untuk menjadi bukti yang mengarahkan kepada pelaku.‎

Petugas lalu segera menggelandang suami siri Rahayu korban ke Mapolsek Getasan. Barang bukti yang turut dibawa adalah angkot bernopol H 1055 BB yang di dalamnya penuh bercak darah.

“Kami masih mendalami motif pembunuhan tersebut. Yang jelas, beberapa hari sebelum kejadian korban diketahui sering bertengkar dengan pelaku. Untuk memastikan penyebab kematian, jasadnya akan kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang guna keperluan autopsi,” ujarnya.‎ Tribunnews

 

Loading...