JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Wajib Tahu, ini Hukuman Bagi Pelaku KDRT, Ingat Kekerasan Tak Hanya Bersifat Fisik Loh

Penghapusan KDRT
Sosialisasi penghapusan KDRT di Polres Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto menegaskan istri anggota Polri atau Bhayangkari agar jangan takut melapor jika mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

“Ibu ibu jangan takut untuk melapor apabila mengalami KDRT. Kita akan proses pelanggaran anggota sekecil apapun walaupun sampai ranah hukum kita akan lanjut terus,” tegas Kapolres.

Kapolres menegaskan hal itu ketika memberikan sambutan pada acara sosialisasi hukum yang digelar di hall Mapolres Wonogiri, Selasa (25/1/2022).
Sosialisasi hukum ini, menampilkan materi tentang pemberian bantuan hukum oleh Polri dan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga kepada para anggota Bhayangkari Polres Wonogiri.

Sosialisasi diikuti 80 peserta dengan menampilkan pemateri dari Seksi Hukum Polres Wonogiri. Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Cabang Bhayangkari Nadia Dydit Dwi Susanto, Wakapolres Kompol Kamiran, Kabag SDM Kompol Prawito, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Wonogiri Ipda Ririn Indrawati, Pengurus Cabang Bhayangkari Polres Wonogiri bersama para Ketua Bhayangkari Ranting Polsek se-jajaran Polres.

Baca Juga :  Korban PMK, 25 Ekor Ternak di Wonogiri Dimatikan 292 Suspek 280 Sembuh, Soal Penyembelihan Hewan Kurban Bagaimana?

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto, menyebutkan sejak masuk Wonogiri, mendapati 20 persen anggota yang bermasalah. Sebagian masuk ranah KDRT. Kekerasan meliputi kekerasan fisik dan kekerasan verbal/lisan termasuk penelantaran keluarga

Sementara dalam penyampaian materi Kanit PPA Ipda Ririn Indrawati, menyebutkan KDRT menurut UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemghapusan KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan atau penelantaran rumah tangga. Termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Baca Juga :  Punya Penghasilan Tak Sampai 12 Ribu Perhari, Otomatis Masuk Kategori Miskin Ekstrim

Penghapusan KDRT adalah jaminan yang diberikan oleh negara untuk mencegah terjadinya KDRT, menindak pelaku dan melindungi korban.

Tujuan dari penghapusan KDRT
– Mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga.
– Melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga,
– Menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga, dan
– Memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.

Larangan KDRT : Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara: (Pasal 5 UU PKDRT). Kekerasan fisik: perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat. (Pasal 6 Uun PKDRT). Kekerasan Psikis: perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua