JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Jalan Tembus Tawangmangu Longsor, Jalur Ditutup Selama 1,5 Jam

Tim gabungan saat melakukan evakuasi longsor di jalan tembus Gondosuli, Tawangmangu. Foto/Istimewa

FB IMG 1516596013202
Tim gabungan saat melakukan evakuasi longsor di jalan tembus Gondosuli, Tawangmangu. Foto/Istimewa

KARANGANYAR– Musibah tanah longsor melanda jalan tembus Gondosuli, Tawangmangu, Minggu (21/1/2018).

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Namun akibat longsor tersebut,  akses jalan tembus sempat ditutup 1,5 jam untuk proses evakuasi.

Tanah longsor di jalan tembus terjadi pada Minggu pukul 07.45 WIB. Tebing setinggi sepuluh meter dan lebar 10-15 meter di salah satu sisi jalan tembus tepatnya di Dukuh Dawuhan, Desa Gondosuli itu mendadak ambrol pasca guyuran hujan deras.

Tanah bekas longsor menutup seluruh sisi jalan sehingga lalu lintas dari Jawa Timur maupun sebaliknya atau Tawangmangu terhambat. Beruntung tidak ada pengendara yang melintas saat kejadian sehingga tak ada korban.

Kapolsek Tawangmangu, AKP Riyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan kontur tebing nyaris tegak. Menurut dia, tebing bagian tengah dan atas patah dan longsor.

Baca Juga :  Tersekat di Tawangmangu, 64 Kendaraan Diputar Balik ke Jawa Timur. Ada 27 Orang Diswab, Jangan Kaget Begini Hasilnya!

“Tanahnya itu menutup seluruh sisi jalan. Lebar jalan sekitar delapan meter dan jalan tertutup tanah longsor. Itu di kilometer 46 lebih 100 meter dari Solo. Tebing yang longsor bukan tebing yang biasanya longsor. Ini lokasi baru di jalan tembus,” kata Riyanto.

Polisi dibantu warga dan sukarelawan membersihkan material yang longsor dan menutup jalan. Proses evakuasi langsung dilaksanakan secara manual karena akses jalan tembus padat pada akhir pekan.

Selama proses evakuasi, polisi mengalihkan arus lalu lintas dari Tawangmangu-Jatim dan sebaliknya melalui jalur lama. Jalan tembus sempat ditutup selama 1,5 jam.

Baca Juga :  Suasana Haru, Ketika Paryono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sentuh Nurani Penghuni Panti Yatim Putri Muhammadiyah Karanganyar. Kunjungan Berlanjut ke  PCNU

” Proses evakuasi manual melibatkan pedagang kaki lima dan warga di sekitar lokasi kejadian, sukarelawan, dan lain-lain. Ndilalah air dari atas banter jadi untuk mengalirkan bekas tanah longsor. Pengalihan arus dari pertigaan Bulakrejo ke jalan lama atau Gondosuli, begitu juga yang dari pertigaan Cicoa,” tutur dia.

Riyanto mengingatkan pengendara yang melintas di jalan tembus agar berhati-hati karena tebing masih rawan longsor.

Dia menyampaikan bahwa sejumlah anggota bersiaga di sekitar jalan tembus untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Terlebih lagi, cuaca di wilayah Karanganyar tidak menentu. Curah hujan tinggi terutama di wilayah pegunungan. Wardoyo