loading...
Warga beramai – ramai memadati lokasi dump truk yang terperosok dan terguling di jalan kabupaten di Desa Karungan, Plupuh yang kini rusak parah dan dipenuhi banyak lubang. Sumber Foto/ FB

SRAGEN– Tingginya intensitas curah hujan beberapa waktu terakhir berdampak buruk terhadap kondisi jalan. Curah hujan yang intens itu ternyata memicu jalan yang masih rusak,  semakin bertambah parah.

Selain di jalur poros Karangtalun,  Tanon menuju Gemolong,  kerusakan parah juga terjadi di jalur poros Desa Karungan menuju Plupuh. Jalan kabupaten yang membelah dan melalui tengah Desa Karungan, Plupuh itu kondisinya juga rusak parah.

Di sepanjang jalur di tengah permukiman itu,  kini dipenuhi lubang-lubang jalan berukuran besar nyaris seperti fenomena jeglongan sewu yang sempat booming beberapa waktu lalu. Bahkan,  jalur itu juga kerap memicu kecelakaan dari pengendara yang terperosok,  tergelincir hingga terguling akibat menghindari atau terjatuh ke lubang.

Seperti Senin (8/1/2018) yang mencelakakan truk pengangkur pasir.  Truk sarat muatan itu tiba-tiba terguling saat hendak menumpahkan muatan pasir di tepi jalan tersebut.

Baca Juga :  Tiga Patung dan Tugu PSHT di Sragen Dilaporkan Jadi Sasaran Pengrusakan. Dua Patung Dirobohkan, Satu Tugu Dirusak

“Waktu mau menurunkan muatan,  tiba-tiba langsung nggoling. Mungkin karena muatannya berat dan jalannya berlubang, ” ujar Sulis,  salah satu warga kepada Joglosemarnews. Com,  Rabu (10/1/2018).

Beruntung,  tidak ada korban jiwa karena sopir berhasil menyelamatkan diri. Namun akibat kejadian itu,  warga sempat berhamburan menyaksikan insiden tersebut.

Kades Karungan,  Joko Sunarso tak menampik kecelakaan truk terguling itu.  Menurutnya truk terguling saat hendak menurunkan muatan pasir untuk urug jalan yang memang sudah rusak parah.

Ia juga tak mengelak kondisi jalur poros antar kecamatan itu memang sudah rusak parah. Menurutnya jalan itu adalah jalur kabupaten. Selama ini,  pihak desa dan warga sudah berinisiatif menambal lubang jalan yang rusak dengan urunan mengurug pakai batu kuning maupun pasir.

Namun karena tak kunjung ada perbaikan,  kerusakan terus meluas apalagi ditambah intensitas hujan yang cukup tinggi.

Baca Juga :  Geger Kabar Kampung di Sragen Mulai Lockdown dan Semua Warga dari Luar Dilarang Melintas Atau Masuk. Ini Fakta Sebenarnya!

“Harapan kita, kalau bisa ya, segera dibangun Mas. Karena jalan itu sangat vital sbg jalan antar desa juga akses dari desa ke kecamatan,” papar Joko.

Ia menambahkan jika tidak ada kepedulian masyarakat setempat,  pasti jalan itu sudah semakin rusak parah. Padahal jalur itu selain menjadi poros antar kecamatan,  juga menjadi jalur alternatif kecamatan Plupuh dan sekitarnya menuju ke kabupaten. Wardoyo

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here