loading...

Dua pelajar SMK di Sambungmacan, Sragen saat disetop dan ditegur oleh Kapolsek Sambungmacan, AKP Joko Widodo, Kamis (25/1/2018) pagi. Foto/JSnews

SRAGEN– Ada pemandangan menarik di Sambungmacan,  Sragen Kamis (25/1/2018) pagi. Saat jalanan sibuk oleh lalu lalang kendaraan yang hendak beraktivitas,  tiba-tiba perhatian pengendara dan warga mendadak terpusat pada seorang pria berseragam polisi.

Berperawakan kecil,  pria tersebut tiba-tiba membunyikan peluit saat melihat dua pelajar berseragam SMK yang mengendarai motor protolan tanpa kaca spion. Mendengar peluit disemprit,  dua pelajar yang juga tak memakai helm itu sontak gelagapan.

Keduanya juga sempat terlihat hendak berbalik arah,  namun kondisi jalan yang ramai memaksa mereka akhirnya pasrah bongkokan. Setelah itu, kedua pelajar diminta menepi dari jalan.

Pria yang akrab disapa Jokowi itu kemudian menegur mereka yang terlihat ketakutan dan bingung karena merasa tak lengkap.

“Makanya biasakan pakai helm, dari pada bingung kalau ketemu polisi, “ ujar Jokowi.

Ya,  pria yang menegur dua pelajar itu memang selama ini akrab disapa Jokowi.  Dia adalah Kapolsek Sambungmacan yang kebetulan memiliki nama dan sebutan sama dengan Presiden RI, Joko Widodo. Hanya bedanya, nama Jokowi yang ini selalu disertai pangkat AKP di depannya.

Loading...

Pagi itu, AKP Jokowi kebetulan tengah menjalankan tugas rutin pengamanan pagi di jalur-jalur padat dan rawan di wilayah Banaran,  Sambungmacan. Kegiatan Pam pagi itu hampir menjadi rutinitasnya setiap hari dalam rangka membantu kelancaran arus lalu lintas di jam padat dan menekan kecelakaan.

Perihal dua pelajar yang disemprit itu memang karena kedapatan melanggar aturan yakni tanpa helm serta motor tanpa dilengkapi spion.

“Kalau pakai helm,  setidaknya kamu tidak akan bingung dan ragu saat berpapasan dengan polisi di jalan. Tugas kita untuk membina agar masyarakat tertib di jalan, itu untuk mengurangi terjadinya fatalitas bila terjadi kecelakaan, “ tambah AKP Jokowi.

Mendapat peringatan dan imbauan itu,  kedua pelajar remaja itu hanya bisa menunduk menahan malu dan takut.  Wardoyo

Loading...