loading...


                                                                                     Keraton Kasunanan Surakarta

SOLO-Polemik Keraton Kasunanan Surakarta terus berlanjut. Meski sebelumnya dua kubu keraton yang sempat terlibat konflik sempat melakukan rekonsiliasi pada 12 September 2017. Akan tetapi  upaya itu belum dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di keluarga dinasti keraton. Terbaru terkait penggembokan sejumlah ruangan di dalam area keraton.

Baca Juga :  Diantar Kakaknya, Satu Napi Palu Yang Kabur Saat Gempa Serahkan Diri ke Rutan Solo

Menurut Ketua Lembaga Hukum Keraton Kasunanan Surakarta, KP Eddy Wirabhumi, penggembokan sejumlah ruangan pada bangunan keraton berdampak pada sejumlah kegiatan keraton. Ia menyatakan, adanya upaya penggembokan dalam 10 bulan kegiatan keraton seperti latihan karawitan, tari,  Bedaya Ketawang dan serta sejumlah kegiatan terganggu.

“Memang dampak yang ditimbulkan akibat penutupan tersebut sangat luas. Dan bukan hanya masalah adanya penurunan pendapatan dari pariwisata saja. Selain itu tidak bisa dilakukan pemeliharaan dan ini mengancam kelangsungan BCB. Termasuk juga tempat untuk ngisis wayang juga ditutup,” terangnya.

Walikota : Penggembokan Ruangan Keraton Melanggar UU

Baca Juga :  Danlanud Adi Soemarmo Pimpin Sertijab Kadisops Dan Danskadik 404

Terpisah, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menyatakan adanya penggembokan pada sejumlah ruangan di dalam Keraton Kasunanan Surakarta menyalahi undang-undang(UU).

“Jika digembok bagaimana menjaga, merawat dan melindungi keraton? Itu kan tugas kita. Karena digembok jadi tidak bisa dirawat. Ini bisa kena pasal, pasalnya gedhe,” kata Rudy.

“Sebagai walikota, saya memiliki kewajiban untuk melindungi dan menjaga aset negara, salah satunya Keraton Kasunanan Surakarta,” sambung dia.

Rudy menyayangkan pertikaian antar kelompok dinasti keraton. Menurut dia, hal itu hanya menghabiskan energi. Pihaknya juga berjanji akan segera melakukan tindakan terkait penggembokan sejumlah ruangan di Keraton Kasuanan Surakarta.

Baca Juga :  Salut. PSHT Cabang Surakarta Galang Dana Rp 71 Juta untuk Palu

“Kami berharap Raja Pakubuwono XIII segera sadar terhadap kewajibannya,” pungkas dia.

Satria Utama

Loading...