loading...
Loading...

                                                                                     Keraton Kasunanan Surakarta

SOLO-Polemik Keraton Kasunanan Surakarta terus berlanjut. Meski sebelumnya dua kubu keraton yang sempat terlibat konflik sempat melakukan rekonsiliasi pada 12 September 2017. Akan tetapi  upaya itu belum dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di keluarga dinasti keraton. Terbaru terkait penggembokan sejumlah ruangan di dalam area keraton.

Baca Juga :  Polresta Solo Evaluasi Operasi Ketupat Candi 2019, Angka Kecelakaan Lalin Turun

Menurut Ketua Lembaga Hukum Keraton Kasunanan Surakarta, KP Eddy Wirabhumi, penggembokan sejumlah ruangan pada bangunan keraton berdampak pada sejumlah kegiatan keraton. Ia menyatakan, adanya upaya penggembokan dalam 10 bulan kegiatan keraton seperti latihan karawitan, tari,  Bedaya Ketawang dan serta sejumlah kegiatan terganggu.

“Memang dampak yang ditimbulkan akibat penutupan tersebut sangat luas. Dan bukan hanya masalah adanya penurunan pendapatan dari pariwisata saja. Selain itu tidak bisa dilakukan pemeliharaan dan ini mengancam kelangsungan BCB. Termasuk juga tempat untuk ngisis wayang juga ditutup,” terangnya.

Baca Juga :  Puncak Arus Balik, Terminal Tirtonadi Catatkan 52.000 Pengunjung

Walikota : Penggembokan Ruangan Keraton Melanggar UU

Terpisah, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menyatakan adanya penggembokan pada sejumlah ruangan di dalam Keraton Kasunanan Surakarta menyalahi undang-undang(UU).

“Jika digembok bagaimana menjaga, merawat dan melindungi keraton? Itu kan tugas kita. Karena digembok jadi tidak bisa dirawat. Ini bisa kena pasal, pasalnya gedhe,” kata Rudy.

Baca Juga :  Dongkrak Kinerja Petugas, Terminal Tirtonadi Gelar Tirtonadi Award

“Sebagai walikota, saya memiliki kewajiban untuk melindungi dan menjaga aset negara, salah satunya Keraton Kasunanan Surakarta,” sambung dia.

Rudy menyayangkan pertikaian antar kelompok dinasti keraton. Menurut dia, hal itu hanya menghabiskan energi. Pihaknya juga berjanji akan segera melakukan tindakan terkait penggembokan sejumlah ruangan di Keraton Kasuanan Surakarta.

“Kami berharap Raja Pakubuwono XIII segera sadar terhadap kewajibannya,” pungkas dia.

Satria Utama

Loading...