JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

12 Siswa SMPN Sukodono Tertangkap Razia Polisi. Saat Diamankan Masih Berseragam Sekolah

Tim Polsek Sukodono saat memberikan pembinaan dan pengarahan kepada 12 siswa SMPN Sukodono yang tertangkap razia Senin (12/2/2018). Foto/JSnews
Tim Polsek Sukodono saat memberikan pembinaan dan pengarahan kepada 12 siswa SMPN Sukodono yang tertangkap razia Senin (12/2/2018). Foto/JSnews

SRAGEN– Sebanyak 12 pelajar di salah satu SMPN Sukodono diamankan Polsek setempat,  Senin (12/2/2018) pagi. Mereka dikeler lantaran kedapatan membolos dan keluyuran di lokasi lain padahal masih jam efektif belajar.

Keduabelas siswa yang rata-rata kelas VII hingga IX itu terjaring razia pelajar membolos yang digelar oleh Polsek setempat.

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman mengungkapkan belasan siswa itu diamankan saat jam pelajaran berlangsung namun mereka sudah berada di luar sekolah. Saat diamankan,  mereka masih mengenakan pakaian seragam sekolah lengkap dengan tas.

“Razia dipimpin Kanit Reskrim Polsek Sukodono Aiptu Suhendra,  menyikapi kerawanan dan kenakalan pelajar yang membolos.  Hasilnya ada 12 siswa SMP yang diamankan, ” paparnya.

Baca Juga :  100 Lebih Kelompok Tani di Sragen Digelontor 150 Alsintan Senilai Rp 15,7 Miliar. Anggota DPR RI Luluk Harap Petani Lebih Sejahtera, Bupati Yuni Ingatkan Semua Bantuan Tahun Depan Akan Dicek Masih Ada Wujudnya Atau Tidak!

Karena tertangkap basah membolos,  belasan siswa itu selanjutnya digiring untuk dikembalikan lagi ke sekolah agar melanjutkan kegiatan belajar seperti siswa lainnya.

Mereka diserahkan ke Kepala Sekolah untuk kemudian diberikan pembinaan di halaman sekolah.  Selain itu,  para siswa mbolos itu juga didata dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya membolos.

Penangkapan 12 siswa membolos itu disambut positif kepala SMPN tersebut. Kasek yang enggan ditulis identitasnya itu berterimakasih kepada jajaran Polsek Sukodono yang ikut membantu menertibkan siswa siswa yang mbolos sekolah.

Baca Juga :  Kisah Pilu 2 Nenek Miskin, Sasiyem dan Kasinem di Kedawung Sragen Kehilangan Rumah Gubugnya Yang Mendadak Ambruk. Satu Nenek Sempat Tertimpa dan Terjebak di Reruntuhan, Terpaksa Ngungsi di Rumah Dasinem

Kapolres menambahkan giat penertiban pelajar memang menjadi salah satu agenda rutin di Polres maupun seluruh Polsek. Hal itu dilakukan guna menekan kenakalan pelajar dan menghindarkan mereka dari hal-hal negatif seperti pergaulan bebas,  membolos,  konsumsi miras hingga obat terlarang.

“Akan terus kita gencarkan operasi dan patroli supaya para pelajar lebih tertib menjalankan kewajibannya belajar dan tidak terkontaminasi hal-hal negatif. Karena menyelamatkan generasi bangsa juga bagian dari tanggungjawab kita bersama, ” tandasnya. Wardoyo