JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Banjir Setinggi 60 Sentimeter Genangi Jalur Tanon-Mondokan, Akses Transportasi Lumpuh Total

Banjir menggenangi jalur Tanon-Mondokan di Tempelrejo, Mondokan Sabtu (17/2/2018) sore. Foto/Wardoyo
Banjir menggenangi jalur Tanon-Mondokan di Tempelrejo, Mondokan Sabtu (17/2/2018) sore. Foto/Wardoyo

SRAGEN– Hujan deras yang mengguyur dua hari terakhir juga memicu banjir di perbatasan Tanon dan Mondokan, Sabtu (17/2/2018). Tingginya debit air membuat Sungai Tempel meluap hingga merendam lahan tebu dan ruas jalur Tanon-Mondokan tepatnya di perbatasan Desa Tanon dan Desa Tempel.

Akibat banjir yang menggenangi ruas jalan poros itu membuat arus kendaraan dari kedua arah sempat lumpuh total. Kendaraan roda dua tak bisa melintas karena ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Sementara kendaraan roda empat yang sebagian nekat melintas,  harus ekstra hati-hati karena tingginya genangan dan derasnya arus.

Baca Juga :  Kabar Baik, Semua Relawan Satgas Covid-19 di Sragen Dapat Insentif Total Rp 2,143 Miliar. Sudah Cair ke Rekening Desa, Bupati Minta Minggu Ini Harus Didistribusikan!

Salah satu warga Tanon,  Agus menuturkan air mulai meluap ke jalan raya sekitar pukul 14.00 WIB.  Awalnya luapan menggenangi sekitar enam hektar lahan tebu di tepi jalan.

Setelah itu air mulai meluber ke jalan. Perlahan ketinggian air terus meningkat hingga mencapai 60 sentimeter.

Akibatnya warga tak berani melintasi jalur yang sudah tertutup genangan air.

“Jalan memang sempat nggak bisa dilewati karena air sampai pinggang orang dewasa. Ada beberapa yang nekat tapi akhirnya mogok karena saking tingginya air, ” ujar Agus,  Sabtu (17/2/2018) petang.

Baca Juga :  Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!
Banjir menutup jalur perbatasan Tanon-Mondokan Sabtu (17/2/2018). Foto/Wardoyo

Air baru berangsur surut sekitar pukul 17.00 WIB. Menurut Kasubag Humas Polres Sragen,  AKP Muryati,  tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.liapan air juga tak sempat mrmasuki permukiman tapi menggenangi lahan seluas enam hektare tebu dan jalan sehingga arus sempat ditutup untuk kendaraan roda dua. Wardoyo