JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Beranggota 256.000 Member, KWS Diundang ke Polres Sragen. Kapolres Ajak Tangkal Hoax dan Isu Meresahkan

Tim Komunitas Kumpulan Wong Sragen (KWS) saat diterima tim Humas Polres Sragen di Mapolres, Rabu (28/2/2018). Foto/Wardoyo
Tim Komunitas Kumpulan Wong Sragen (KWS) saat diterima tim Humas Polres Sragen di Mapolres, Rabu (28/2/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN–  Perwakilan Komunitas Facebook (FB)  Kumpulan Wong Sragen (KWS) mendapat undangan khusus dari Kapolres Sragen melalui Bagian Humas Polres Rabu (28/2/2018). Selain silaturahmi,  kehadiran tim KWS itu juga untuk diajak berkoordinasi bahkan dijadwalkan diundang coffee morning dengan Kapolres.

Tim KWS hadir diwakili penasehat KWS,  Endro,  Tim Kreatif Alvito dan humas KWS,  M Puput Iswahyudi. Mereka ditemui Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Muryati.

Ketua KWS Sragen,  Agus Widhi Raharjo melalui Humas KWS mengungkapkan kedatangan tim KWS dikarenakan diundang koordinasi oleh Polres Sragen melalui Kasubag Humas.

Baca Juga :  Mimpi Apa Semalam, Warga Gondang Sragen Dapat Undian Hadiah Mobil Avanza dari BKK Karangmalang. Pak Camat Juga Dapat Sepeda Motor

“Tadi juga ditanya jumlah membernya. Kami sampaikan sampai sekarang anggota KWS sudah mencapai 256.000 anggota. Rencananya tadi kami akan diajak untuk coffee morning bersama Kapolres Sragen, ” paparnya seusai kunjungan.

Foto/Wardoyo

Ia mengapresiasi positif undangan tersebut dan siap untuk berkoordinasi demi kebaikan bersama. KWS memang terbilang sebagai salah satu grup FB dengan anggota terbesar di Sragen.

Baca Juga :  Rumah Suharto di Plupuh Sragen Diamuk Kobaran Api. Warga Sempat Berhamburan Bantu Pemadaman, Kerugian Jutaan Rupiah

Terpisah,  Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengapresiasi respon dari KWS. Ia mengatakan koordinasi dengan semua elemen termasuk komunitas di dunia maya sangat diperlukan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas melalui peran masing-masing.

“Kalau mereka berkecimpung di dunia maya,  mungkin kota berharap bisa ikut menangkal penyebaran isu dan berita HOAX dan kabar yang tidak benar atau berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Semua demi menjaga kondusivitas wilayah,” jelasnya. Wardoyo