JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Klaten

Berangkat Subuh, Wisnu Puas Ngerayah Lima Durian  di Festival Durian Desa Randulanang,Klaten

Wisnu (Kanan) dan teman-temannya berhasil ngerayah durian. FOTO: JSnews/Kiki Dian
Wisnu (Kanan) dan teman-temannya berhasil ngerayah durian. FOTO: JSnews/Kiki Dian

Senyum merekah Agus warga Gentan,Bendosari,Sukoharjo merekah usai berhasil mendapat sebuah durian berukuran bola kaki. Dibawanya durian itu dengan tangannya yang terlihat ada goresan luka.

Lelaki paruh baya itu mengaku puas dapat ngerayah durian meski harus berdesak-desakan dengan ribuan masyarakat di lapangan Randulanang,Kecamatan Jatinom , Klaten,Rabu (14/2/2018).

“Akhirnya dapat juga duriannya, perjuangan. Tiga kali rebutan baru dapat,”terangnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , di lokasi acara.

Bersama seorang kawannya ,Agus datang dari Sukoharjo karena penasaran dengan Festival Durian tersebut. Apalagi ketika ternyata durian yang dibagikan ,harus diperebutkan ramai-ramai.

“Rasanya seru,rebutan durian , desak-desakan gitu, sampai terinjak-injak,sampai tangan kena kulit duriannya. Tapi senang banget”ucapnya penuh kegembiraan.

Di sepanjang lapangan Randulanang,Kecamatan Jatinom ,Klaten ini ada empat titik sebenarnya yang didirikan tenda untuk tempat menyantap durian,dilengkapi meja panjang. Ratusan durian gratis yang konon berjumlah 850 butir itu sebelumnya disimpan di gedung serbaguna Desa Randulanang, tepatnya berada di tepi lapangan Randulanang. Kemudian sejumlah aparat dan penduduk membawanya dengan karung atau keranjang untuk disebar di titik-titik tersebut. Namun,belum sampai di tenda , durian-durian itu sudah dirayah oleh masyarakat. Terlihat yang antusias adalah para pemuda dan remaja.Mereka rela berdesak-desakan,tarik menarik karung berisi beberapa durian tersebut, bahkan ada yang tumpuk undung demi hanya bisa mencicipi daging durian yang sudah terkelupas kulitnya.

Luka di sejumlah jemari dan pergelangan tangan juga dirasakan Wisnu Kencono warga Kedung Ombo Boyolali ini. Bersama teman-temannya ia berangkat setelah Subuh. Aksinya berebut durian pun dinikmatinya karena seru dan jarang terjadi. Bahkan ia berhasil merebut 5 durian yang kemudian dinikmati bersama teman-temannya itu.

“Nih mbak,tanganku sampai babak, tapi lumayan dapat lima. Gak sia-sia jauh-jauh,puas tenan,”tandasnya.

Hanya saja ia mengakui rasa durian Klaten tersebut tidak begitu manis. Beruntung kalau ngerayah dapat yang manis,kalau tidak ya dapat yang hambar rasanya.

“Namanya juga gratis ,gak bayar ya enak. Tapi kalau dibandingkan durian dari Wonogiri,ya kalah,”ucapnya di sela-sela menikmati durian sambil sesekali pringas peringis menahan sakit pada tangannya.

Serunya acara Festival Durian tersebut harusnya dibarengi dengan kesiapan panitia dan sejumlah stake holder.Termasuk mengatasi kekacauan karena rebutan durian itu.

Harapan itu disampaikan Fuad, warga Ngupit,Jatinom,Klaten.Saat berebutan durian tadi,ia melihat ada pengunjung yang sampai terluka pada bagian pelipisnya. Namun ia tak mengetahui pasti,apakah terluka karena durian atau hal lainnya.

“Ngeri juga rebutan durian itu.Tapi ya seru ,kalau dapat itu lho seneng ,puas rasanya. Dari tiga kali Festival Durian yang digelar di Klaten,baru kali ini saya berhasil mendapat durian,”tandasnya.

Saat rebutan durian itu, tak sedikit masyarakat yang hanya menonton dan mengabadikan dengan handphonenya.Takut terluka atau tertusuk kulit durian sepertinya menghantui mereka.Akhirnya banyak yang memutuskan lebih baik  membeli langsung ke para penjual yang berjejer di sepanjang lapangan. Dari pantauan harga durian dijual mulai Rp @15.000  hingga Rp 70.000 per butir. Kiki Dian