JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geram, Bupati Sragen Sebut PNS Yang Tanya Bocoran Mutasi, Kurangajar

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin pelantikan ratusan pejabat di pendapa Rumdin Bupati beberapa waktu lalu. Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memimpin pelantikan ratusan pejabat di pendapa Rumdin Bupati, Kamis (1/2/2018). Foto/JSnews

SRAGEN– Bupati Sragen,  Kusdinar Untung Yuni Sukowati kembali menggeber gerbong mutasi pejabat dan PNS di lingkungan Pemkab Sragen,  Kamis (1/2/2018). Total ada 231 PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon III dan IV yang secara serentak dipindah ke lokasi dan jabatan baru.

Namun dalam momen pelantikan yang digelar di Pendapa Rumdin Bupati tadi pagi,  Bupati Yuni sempat menumpahkan kekesalannya terhadap ulah sejumlah PNS yang mencoba bertanya via WA atau pesan kepadanya soal posisi mereka bakal dipindah ke mana.

Menurut orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu,  meski sudah merasa dekat,  ia mengaku tidak sreg dengan PNS yang menanyakan soal mutasi. Bahkan saat memberi sambutan,  ia sempat menegur beberapa PNS yang sebelumnya mengirim pesan menanyakan akan dipindah ke mana.

Baca Juga :  Baru Terungkap, Ustadz Muda Sragen Habib MA Yang Meninggal Terpapar Covid-19 Ternyata Punya Penyakit Penyerta Ini. Bupati Kaget Karena Mendiang Tidak Merokok, Warga Sebut Rajin Olahraga!

”Ada yang bertanya ditempatkan di mana. Bertanya itu sah-sah saja, mungkin sudah merasa dekat. Tapi kalau nanya itu, tidak etis,” kata Yuni pada wartawan, Kamis (1/2/2018).

Yuni menjelaskan kegeramannya itu dikarenakan sudah seharusnya ASN itu sesuai dengan sumpah dan janjinya bakal siap ditempatkan dimana saja.

Dia menyatakan, ASN harus memahami Panca Prasetya Korpri yang selalu dilantunkan setiap apel. Namun demikian dia menyakini tidak ada yang berani melayangkan surat keberatan dipindah.

Baca Juga :  Sempat Menolak Dites, Kades Trombol Mondokan Sragen Malah Positif Terpapar Covid-19. Kini Diisolasi di Technopark, 5 Saudaranya Juga Positif Semua

Dijelaskan Yuni, bahwa mengatur Sumberdaya Manusia (SDM) itu memang tidak mudah. Pihaknya saat ini masih mengutamakan penempatan ASN yang bertugas di Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) dan Unit Pelayanan Teknis Badan (UPTB) yang dihapuskan tahun ini.

”Otomatis yang di situ harus geser, tentu ASN yang waktunya promosi harus menunggu, staf yang potensial harus bersabar dahulu,” jelasnya.

Sementara dari 231 ASN yang dimutasi tersebut sebagian adalah kepala sekolah dan pegawai di UPTD dan UPTB. Dalam waktu dekat pihaknya juga bakal melakukan mutasi lagi. Mengingat banyak ASN yang sudah memasuki masa pensiun. Wardoyo