JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geram Kampung Berubah Jadi Langganan Banjir, Puluhan Warga Ngemplak Sidoharjo Demo Bongkar Paksa Gorong-Gorong

Foto aksi warga bongkar paksa gorong-gorong dan banjir yang menggenangi Dukuh Ngemplak, Sidoharjo, Senin (12/2/2018). Foto/JSnews
Foto aksi warga bongkar paksa gorong-gorong dan banjir yang menggenangi Dukuh Ngemplak, Sidoharjo, Senin (12/2/2018). Foto/JSnews

SRAGEN– Puluhan warga Dukuh Ngemplak,  Desa Taraman,  Sidoharjo membongkar paksa gorong-gorong di jalan kabupaten Ngemplak-Patihan,  Senin (12/2/2018) petang. Aksi itu terpaksa dilakukan lantaran kondisi gorong-gorong yang hampir 2 tahun hancur dan ambles tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab.

Kondisi itu berimbas buruk bagi warga karena saluran pembuangan air yang selama ini melintasi gorong-gorong itu akhirnya menjadi mambat. Dampaknya,  air menjadi tersumbat dan memicu banjir acapkali hujan deras mengguyur.

“Seperti hari ini bisa dilihat sendiri,  hujan sebentar saja sudah banjir. Padahal dulu waktu gorong-gorong normal nggak pernah ada banjir, ” ujar salah satu warga,  Joko Kusyanto,  di sela aksi.

Baca Juga :  Awas, 3 Pasien Baru Positif Covid-19 Sragen Belum Terlacak Sumber Penularnya. Berikut Daftar 4 Tambahan Pasien Positif Tanggal 18 September!

Menurutnya, aksi membongkar gorong-gorong itu juga terpaksa ditempuh karena hanya itulah satu-satunya solusi mengalirkan air yang menggenangi jalan perkampungan dan sebagian sudah masuk pekarangan warga.

Banjir menggenangi jalan di dekat SMPN 2 Sidoharjo Senin (12/2/2018) akibat gorong-gorong ambles tak diperbaiki. Foto/JSnews

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , hujan deras yang mengguyur Senin (12/2/2018) siang memang membuat jalan-jalan di kampung itu penuh genangan banjir. Bahkan di beberapa titik ketinggian mencapai 50 sentimeter.

Joko menyebut kondisi itu sudah berlangsung hampir dua tahun sejak gorong-gorong saluran utama yang menuju ke Bengawan Solo,  ambles saat dilewati tronton dua tahun lalu.

Baca Juga :  Tragis, Ditunggu-Tunggu Hingga Petang, Kartini dan Anaknya Histeris Lihat Suaminya Sudah Tewas Tergeletak di Sawah Jurangjero Karangmalang Sragen

Celakanya,  meski sudah dilaporkan berulangkali ke dinas terkait,  hingga kini tak pernah ada perhatian maupun perbaikan. Karena gorong-gorong dibongkar,  praktis jalur utama Ngemplak-Patihan ditutup dan tak bisa dilalui.

Puluhan warga Ngemplak, Taraman, Sidoharjo saat menggelar aksi membongkar paksa gorong-gorong pemicu banjir, Senin (12/2/2018). Foto/JSnews

“Biar pemerintah kabupaten juga tahu. Sudah berulangkali kami ke DPU,  lapor supaya diperbaiki. Karena itu jalan kabupaten. Lha kok hampir dua tahun nggak ada respon. Kalau pajak telat saja dioyak-oyak bahkan didenda,  giliran gorong-gorong rusak sampai kesel lapor,  nggak diperbaiki juga, ” timpal tokoh lainnya,  Sukardi.

Hingga berita ini diturunkan,  pihak DPU belum bisa dimintai konfirmasi. Wardoyo