JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

HUT Kota ke-273, Mapan Wargane Tumata Kuthane

Sendra Tari Adeging Kuto Solo menjadi pembuka upacara peringatan HUT ke-273 Sabtu(17/2/2018) di Stadion Sriwedari. Foto: JSnews/A. Setiawan
Sendratari Adeging Kuto Solo menjadi pembuka upacara peringatan HUT ke-273 Sabtu(17/2/2018) di Stadion Sriwedari. Foto: JSnews/A. Setiawan

SOLO–Kota Solo genap berusia 273 tahun pada Sabtu (17/2/2018). Pada peringatan tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengadakan upacara bendera di stadion sriwedari pukul 07.30 WIB. Untuk tahun ini Pemkot Solo mengambil tema “mapan wargane tumata kuthane.” Yang artinya mantap, stabil kedudukannya ataupun kehidupannya, baik itu mapan ekonomi, mapan kesehatan dan mapan semuanya.

Upacara kali ini diikuti ribuan peserta yang terdiri dari seluruh jajaran Pemkot Solo dan perwakilan dari berbagai elemen masyarakat. Peserta upacara mengenakan pakaian adat Jawa.

Baca Juga :  Total Kasus Positif Covid-19 di Solo 554, Sembuh 407, Dalam Perawatan 30 dan Minggal 24 Orang

Sebelum upacara dimulai ditampilkan sendratari adeging kuto solo, yang mengkisahkan berdirinya kota solo yang awalnya dusun sala menjadi kota solo.

Ketua panitia Eni Tiasni Susana menuturkan “Hari jadi solo itu adalah untuk memaknai bahwa proses perkembangan sebuah kota itu tidak meninggalkan nilai – nilai luhur budaya.”

“Jadi budaya adalah sebagian dari perkembangan kota yang menjadi jati diri sehingga tidak luntur. oleh karena itu masyarakat harus mempedomani itu, semaju apapun budaya ini jangan sampai tergerus dengan kemajuan era global” lanjut Eni.

Baca Juga :  3 Pelaku Penyerangan di Mertodanan Solo Buron, Kapolda Jateng: Kita akan Terus Kejar dan Tuntaskan

Zainudin guru BK SMP Muhammadiyah 5 menitipkan harapannya kepada Pemkot Solo “harapan saya semoga lebih maju dalam pendidikan di kota solo, terutama penyamaan antara SMP Negeri dan Swasta tidak terlalu dibedakan”. A. Setiawan/Tribunsolo.com