JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Korban Preman Pemalak di SMPN 2 Tangen Diduga Banyak. Dinas Langsung Panggil Kasek

Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN– Dinas Pendidikan (Disdik) langsung memanggil Kepala SMPN 2 Tangen menyusul insiden pemalakan dan penganiayaan sadis terhadap siswa berinisial PM (15) oleh preman sekitar sekolah, Yeppy Terammadana (25). Sementara polisi terus memburu keberadaan Yeppy yang dikabarkan menghilang sejak korban melapor ke Polsek,  Selasa (6/2/2018).

Informasi yang dihimpun,  Kasek SMPN 2 Tangen, Ahmad Kuncoro dipanggil ke Disdik Kamis (8/2/2018) pagi. Yang bersangkutan dipanggil oleh Bidang SMP untuk diklarifikasi perihal kasus penganiayaan sadis yang dialami salah satu siswa mencuat dan menjadi sorotan publik.

“Iya tadi pagi sudah dipanggil ke dinas. Tapi materi pemanggilan apa kami kurang tahu, ” ujar salah satu rekan Kasek, Kamis (8/2/2018).

Sementara,  Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Tangen,  AKP Sartu mengatakan pihaknya masih terus memburu pelaku. Namun hingga Kamis (8/2/2018) keberadaan pelaku masih gelap.

Baca Juga :  Tambah 6 Positif dan 1 Sembuh, Berikut Daftar Lengkap Pasien Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Ada 3 Orang dari Gemolong dan 2 dari Masaran!

Dari laporan Babhinkamtibmas desa setempat yang diterjunkan melacak,  mendapati pemuda bengal yang sering memalak siswa itu diketahui tak berada di rumah.

“Masih kita lacak terus Mas. Kemarin sebenarnya sebelum ibu korban melapor,  pelaku masih terlacak. Tapi kami sudah komitmen dan koordinasi ke pihak sekolah,  kalau pelaku muncul akan langsung kami tangkap, ” paparnya.

AKP Sartu juga mengungkap,  pelaku selama ini memang dinilai meresahkan siswa. Sebab pelaku tak segan main kasar apabila siswa yang dipalak tak memberi uang.

Ia juga menduga siswa SMPN 2 Tangen yang menjadi korban tidak hanya PM,  namun dimungkinkan lebih dari satu.

“Dari orangtua pelaku sendiri juga sudah judeg ngrasakne kelakuan anaknya. Dia kadang pulang dan kalau minta uang nggak diberi langsung ngamuk. Bahkan pernah nyabuti tanaman padi orangtuanya, ” tukasnya.

Baca Juga :  Diiringi Hujan Air Mata, Ustadz Muda Habib MA Pimpinan Ponpes Shobo Guno Sragen Dimakamkan Pas Adzan Magrib. Ratusan Pelayat Menyaksikan dari Kejauhan

Orangtua korban juga sempat melayangkan surat ke Polsek intinya agar pelaku bisa ditangkap karena sudah meresahkan. Berdasarkan keterangan orangtua pelaku,  pelaku juga dikenal temperamen dan terindikasi mengalami gangguan kejiwaan.

“Kalau nanti ditangkap,  orangtuanya malah ingin pelaku diperiksakan ke RSJ, ” tukas Sartu.

Di sisi lain,  Kapolsek memastikan kondisi korban sudah membaik dan sudah masuk sekolah. Namun beberapa hari sejak kejadian,  korban disebut sempat mengalami trauma berat dan tak mau masuk sekolah.

Sayangnya,  Kadisdik Sragen,  Suwardi belum bisa dikonfirmasi. Akan tetapi menurut Kabid,  Kasek SMPN 2 Tangen sudah dipanggil ke dinas. Wardoyo