JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Larangan Penambahan Karamba Waduk Gajah Mungkur, Lantaran Sudah Penuh dan Untuk Hentikan Kasus Kematian Ikan

Tampak di kejauhan deretan keramba di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.JSNews/Aris Arianto
Tampak di kejauhan deretan keramba di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Wilayah karamba jaring apung (KJA) di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri saat ini telah penuh dengab karamba. Lantaran itu ada larangan penambahan karamba ikan baru.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri, Rully Pramono Retno melalui Kepala Bidang Perikanan, Heru Sutopo mengatakan, selain sudah penuh, larangan penambahan keramba baru di KJA lantaran pertimbangan kedangkalan perairan. Jika kolam terus bertambah dikhawatirkan bisa memicu semakin banyaknya kasus kematian secara besar-besaran ikan.

“Kawasan KJA sudah jenuh. Karena sampai saat ini terhitung sudah ada 1.500 lebih unit karamba. Sebenarnya Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat) selaku pengelola waduk (Waduk Gajah Mungkur) sudah lama mengeluarkan larangan penambahan (karamba) baru,” ujar dia, Rabu (28/2/2018).

Baca Juga :  Dari Konfercab PGRI Cabang Giritontro Wonogiri, Joko Pudyanto Terpilih Sebagai Ketua, Berharap Kepengurusan Anyar Bisa Beri Warna Baru dan Wujudkan Hal ini

Kendati larangan sudah lama dikeluarkan, menurut dia, banyak nelayan atau pengusaha ikan yang nekat menambah karamba. Untuk mempertegas larangan, pihaknya mengklaim telah dan terus menyosialisasikan larangan itu. Pihaknya juga akan mendatangi para pemilik keramba untuk mengkomunikasikannya.

Baca Juga :  Geger Penampakan Ular Sanca Raksasa di Dusun Tukluk Desa Kerjo Lor Kecamatan Ngadirojo Wonogiri, Masuk Rumah Warga Akhirnya Sukses Dievakuasi Personil Damkar Wonogiri

“Jika dipaksakan menambah keramba, kawasan KJA semakin jenuh, kasus kematian ikan akan kian tinggi,” terang dia.

Menurut dia, kematian massal puluhan ribu nila di proyek JKA salah satunya karena lokasi perairan yang dangkal. Ada juga faktor pengadukan air karena hujan yang membuat komposisi mineral dan keasamaan air berubah.

“Soalnya karamba yang ada di kedalaman cukup ya aman-aman saja tidak ada (ikan) yang mati,” jelas dia. Aris Arianto