loading...
Loading...
Dua pelajar SMA yang tertangkap mata bercumbu di minimarket dan diciduk Satpol PP. Foto/Tribunnews

SURABAYA– Kelakuan remaja masa kini,  semakin memprihatinkan saja. Seperti yang dilakukan oleh sepasang remaja yang tertangkap mata nekat bercumbu di tempat publik.

Ironisnya lagi,  dua sejoli itu ditangkap dalam kondisi masih berseragam sekolah. Remaja yang tertangkap bercumbu itu dipergoki melakukan aksinya di sebuah minmarket di Jalan Kayun, Surabaya.

Kendati banyak orang berlalu lalang dan nongkrong disana, nampaknya hal itu tak dihiraukan keduanya.

Baca Juga :  Wiranto Ditusuk, Bupati Mengaku Kecolongan, Polri Evaluasi Pengamanan Pejabat Publik

Aksi keduanya terungkap setelah sejumlah warga yang risih melihat adegan mesra itu melaporkan ke petugas.  Seorang wanita berinisial EW (23) asal Jalan Jetis, Surabaya, mengatakan bila lelaki dan perempuan yang masih mengenakan seragam sekolah itu terlihat tengah bercumbu.

“Mulai jam 15.00 WIB sampai 17.10 WIB, padahal banyak orang, tapi kok ya rangkulan (berpelukan), malah ciuman juga,” terangnya Kamis (15/2/2018).

Baca Juga :  Ini Sosok Syahril Alamsyah Alias Abu Rara, Pelaku Penusukan Wiranto Perantau dari Medan

Wanita yang berprofesi sebagai sales sebuah printer tersebut menambahkan sepasang muda mudi itu memang tak menghiraukan sekitarnya.

Sebab, kendati mereka menjadi pusat perhatian orang sekitarnya dan sempat ditegur, namun mereka tetap melanjutkan hal itu.

Tak hanya sekali, EW menuturkan bahkan puluhan kali mereka berpelukan dan ciuman dalam.  Melihat itu, EW langsung melaporkan hal itu ke Command Center Surabaya.

Baca Juga :  Surya Paloh Bakal Bertemu dengan Prabowo Subianto

Menindaklanjuti hal itu, sepasang muda mudi itu langsung didatangi dua petugas Satpol PP Kota Surabaya.

“Tadi sempat ditanya-tanya, mereka sempat mengelak, tapi pas sudah ada bukti foto dan video mereka cuma diam aja, terus diangkut,” sambungnya.

Usai diinterogasi di lokasi tersebut, keduanya langsung diamankan Satpol PP Pemkot Surabaya untuk didata dan dimintai keterangan. Tribunnews

Loading...