JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Memilukan, Siswi SD di Gemolong Korban Pencabulan oleh Oknum Gurunya, Ternyata Kondisinya Sangat Miskin

Koordinator APPS Sragen, Sugiarsi didampingi Psikolog Dewi Novita saat memberikan terapi psikis kepada siswi SD di Gemolong yang menjadi korban pencabulan gurunya, Kamis (22/2/2018). Foto/Istimewa
Koordinator APPS Sragen, Sugiarsi didampingi Psikolog Dewi Novita saat memberikan terapi psikis kepada siswi SD di Gemolong yang menjadi korban pencabulan gurunya, Kamis (22/2/2018). Foto/Istimewa

SRAGEN– Mawar (11) siswi sebuah SD di Kalangan,  Gemolong yang terpaksa berhenti sekolah karena trauma dan tak tahan jadi korban pencabulan gurunya,  ternyata berasal dari kalangan keluarga tidak mampu.

“Iya,  kasihan sekali.  Rumahnya nggak layak huni,  orangtuanya juga ekonomi tidak mampu, ” papar Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS)  Sragen,  Sugiarsi,  Sabtu (24/2/2018).

Baca Juga :  Kecelakaan Adu Banteng Vario VS Avanza di Pilangsari Sragen Pagi Ini, 3 Orang Jadi Korban

Aktivis berusia 75 tahun yang getol membela korban kekerasan gender di Sragen itu menuturkan rumah korban hanya kecil dengan dinding gedeg atau dari bambu.

Karenanya,  ia berharap fakta miris itu bisa menjadi perhatian Polres untuk segera mengusut tuntas kasus itu. Terlebih,  dari keterangan korban dan ibunya,  korban pencabulan sang guru diperkirakan sudah mencapai 13 siswi.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
Advertisement