JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ojek Online Pun Ternyata Bisa Pakai “Tuyul”, Ini Caranya

Tribunnews/Para tersangka dan barang bukti kasus order fiktif taksi online di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/1/2018)

JAKARTA – Mencari rezeki memang merupakan hak  setiap orang. Tapi kalau berburu rezeki sudah dilandasi dengan cara yang kurang baik, mengakibatkan risiko bagi diri sendiri. Ini buktinya.

AA (24), pelaku modifikasi aplikasi ponsel milik para pengemudi ojek dan taksi online, kini mendekam di balik jeruji besi. AA membuat aplikasi GPS palsu dan order fiktif untuk para pengemudi online.

Aplikasi ini disebut “tuyul” karena pengemudi online seolah-olah mendapatkan penumpang, lalu mengantarkan sampai ke tempat tujuan. Padahal, pengemudi ojek online yang curang tersebut hanya diam di tempat.

Baca Juga :  Survei LSI: Publik Mau Pejabat Terlibat Mafia Migor Dihukum Seumur Hidup

Kepada polisi, AA mengaku mendapatkan keahlian memodifikasi aplikasi ponsel tersebut dari media sosial.

Menurut AA, caranya sangat mudah dipelajari dan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk membuat “tuyul” pada ponsel tersebut beroperasi.

“AA memasang tarif Rp 100.000 untuk sekali oprek,” ujar Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto kepada Kompas.com, Kamis (1/2/2018).

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/2/2018).

Agus menjelaskan, AA menggabungkan dua aplikasi pada ponsel pengemudi online.

“Jadi, mereka menggunakan fake GPS untuk menentukan lokasi awal, lalu ponsel di-oprek dengan tuyul itu untuk membuat seolah-olah pengemudi benar-benar melayani penumpang,” kata dia.

Baca Juga :  Kebijakan Larangan CPO Mulai Dirasa Merugikan, Petani Sawit Gelar Unjuk Rasa

Agus mengungkapkan, pelanggan AA biasanya bekerja secara berkelompok. Satu orang memiliki 10 hingga 15 ponsel yang mereka gunakan bersama-sama.

“Seperti pelanggan AA yang kami tangkap di Kembangan, kemarin. Mereka punya satu kontrakan untuk berkumpul. Di sana ada 10 mitra ojek online yang tergabung dan terkumpul 170 ponsel yang mereka gunakan bergantian,” ucapnya.

Agus menambahkan, banyaknya ponsel yang dimiliki para mitra bertujuan mengelabuhi perusahaan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua