JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Penemu Bayi Merah Dalam Tenggok di Gondangrejo Sempat Mengira Babi…

Kondisi bayi yang ditemukan di teras pekarangan rumah warga Wonosari, Gondangrejo, Rabu (7/2/2018). Foto/JSnews
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Kondisi bayi yang ditemukan di teras pekarangan rumah warga Wonosari, Gondangrejo, Rabu (7/2/2018). Foto/JSnews

KARANGANYAR–  Ada cerita di balik penemuan bayi yang dibuang di dalam tenggok dan ditemukan di pekarangan rumah warga Dukuh Kadiloyo, RT 5/5, Desa Wonosari, Gondangrejo Selasa (6/2/2018) petang. Si pemilik rumah ternyata sempat mengira benda yang ditaruh di tenggok dan ditutupi kukusan itu bukanlah bayi.

Ya, Surahmin (40) yang menemukan bayi merah bersama istrinya,  Sutarni (50) sekitar pukul 18.00 WIB, sempat mengira jika bayi yang masih lengkap dengan tali pusar itu adalah babi.

Baca Juga :  Awas, Anggaran Pilkada Semua Daerah di Masa Pandemi Bisa Membengkak 2 Kali Lipat. KPU Jateng Sebut Yang Nekat Melanggar Prokes, Pilkadanya Bisa Dihentikan!

Saat itu Surahmin mengira bayi di dalam tenggok sebagai babi karena tidak ada lampu di teras belakang rumah.

“Mbokdhe teriak lihat ada sesuatu di dalam tenggok. Isi tenggok itu pakaian bekas milik anak ragil. Hla suaminya mengira bayi itu babi. Hla uda [telanjang], enggak ada lampu kan gelap pas surup [sore]. Mbokhe mengira itu kucing hla suaranya ngringik,” cerita salah satu kerabat Sutarni yang enggan menyebutkan nama saat ditemui di lokasi penemuan bayi, Rabu (7/2/2018).

Baca Juga :  Beberkan UU Omnibus Law, Anggota DPR RI PDIP Sampai Blusukan ke Desa di Karanganyar. Klaim Omnibus Law Lahir Untuk Selamatkan Negara dari Kebangkrutan

Saat ditemukan, plasenta masih melekat pada pusar bayi. Warga memanggil bidan desa, Sri Sayekti, ke lokasi penemuan bayi. Dia memotong tali pusar dan membawa bayi ke rumahnya di Dukuh Kranggan, Desa Wonosari.

“Saya dijemput warga ke lokasi. Bayi ini saya bawa ke sini [rumah]. Saya rawat, bersihkan, potong tali pusar, dihangatkan, dan diberikan imunisasi hepatitis B nol,” tutur Sayekti saat ditemui wartawan di rumahnya. Wardoyo