JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Tukang Bangunan di Sidoharjo Tewas Mengenaskan Usai Jatuh Dari Ketinggian 4 Meter

Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN– Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di Sragen. Rabu (14/2/2018) malam seorang tukang bangunan tewas mengenaskan setelah terjatuh dari ketinggian empat meter di lokasi kerjanya.

Korban diketahui bernama Slamet (55) asal Dukuh Senggot RT 12, Singopadu,  Sidoharjo. Tukang bangujan paruh baya itu mengembuskan nafas terakhirnya di RS PKU Muhammadiyah Masaran sekira pukul 23.30 WIB.

Data yang dihimpun di lapangan,  insiden bermula ketika Rabu (14/2/2018) pagi,  korban mendapat job membenahi rumah tetangganya,  Parno di Dukuh Senggot,  Singopadu,  Sidoharjo.

Baca Juga :  Sempat Menolak Dites, Kades Trombol Mondokan Sragen Malah Positif Terpapar Covid-19. Kini Diisolasi di Technopark, 5 Saudaranya Juga Positif Semua

Pekerjaan dimulai pukul 08.00 WIB. Korban diminta membenahi atap di ketinggian empat meter.

Untuk memudahkan pekerjaan,  korban menggunakan tangga. Nahas saat hampir mencapai puncak tangga,  kaki tangga mendadak terpeleset.

Spontan,  tubuh korban terpental dan jatuh. Malang tak dapat ditolak,  korban terjatuh dengan posisi terlentang dan kepalanya membentur tanah yang dicor.

Benturan hebat membuat kepala korban mengalami perdarahan dan luka parah.

Korban langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Masaran namun kemudian tak tertolong.

Baca Juga :  Viral, Beredar Video Mesum Sepasang ABG Bercumbu Sengak Sengok di Alun-alun Sragen. Netizen Sebut Angel Wis Angel Tenan..

“Korban diminta membenahi rumah tetangganya. Naik pakai tangga tiba-tiba waktu di atas tangganya terpeleset dan jatuh terlentang. Sempat dirawat di RS PKU Masaran tapi tadi malam meninggal dunia, ” papar Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sidoharjo AKP Agus Taruna,  Kamis (15/2/2018).

Tim Polsek Sidoharjo saat melakukan identifikasi jasad pekerja yang tewas terjatuh di Sidoharjo, Rabu (14/2/2018) malam. Foto/JSnews

Kapolsek memastikan dari hasil olah TKP,  tidak ada indikasi tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban murni meninggal akibat kecelakaan kerja.

“Jenasah langsung kami serahkan ke pihak kerabat untuk dimakamkan, ” tukasnya. Wardoyo