JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

129 PNS Honorer Karanganyar Ikuti Prajab. PJs Bupati: Jadi PNS Jangan Sombong!

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro saat memberikan pengarahan. Foto/Dok Humas
Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro saat memberikan pengarahan. Foto/Dok Humas

KARANGANYAR-  Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo meminta 129 peserta Prajabatan Golongan II dan III Tenaga Honorer melalui pengangkatan khusus untuk bisa membawa manfaat masyarakat. Bagi bidan berikan pelayanan bidang kesehatan secara maksimal. Sementara bagi bidang Penyuluh Pertanian diharapkan dapat memberikan trobosan-trobosan baru dibidang pertanian.

“Pejabat birokrasi jangan merasa hebat dan sombong. Justru hakekatnya, ASN adalah melayani masyarakat dan jadikan diri anda bermanfaat bagi masyarakat,” papar Prijo saat memberikan pengarahan dalam penutupan prajabtan Golongan II dan III tenaga honorer melalui pengangkatan khusus di Gedung BLK, Karangpandan Kamis (22/03/2018).

Prijo menguraikan Penyuluh Pertanian pada hakekatnya menyampaikan sesuatu yang bersifat edukasi. Para petani jangan digurui karena mereka semua sudah pintar pada bidangnya. Cuma, kabarkan kepada petani bahwa tanah di Karanganyar sangat subur sehingga tidak perlu impor dari luar.

Baca Juga :  Kunjungi Karanganyar, Wakil Gubernur Taj Yasin Ungkap Pemicu Mengapa Jumlah Kematian Pasien Positif Covid-19 di Jateng Melonjak Tajam!

“Termasuk kartu tani, jika ada ketidakberesan dalam penyaluran atau distribusi segera cek. Penyuluh pertanian harus segera melaporkan dan memberikan solusi yang baik,” tambah Assisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jawa Tengah tersebut.

Selain itu, menurut Prijo untuk bidan ini adalah tugas sangat mulia. Sebab membantu proses melahirkan dan penyuluhan KB. Pihaknya berharap para bidan dapat membantu mengurangi angka kematian ibu melahirkan. Tugas seorang bidan adalah sangat mulia karena membantu proses persalinan.

“Intinya setiap kerjaan ASN untuk kepentingan rakyat adalah sesuatu ibadah. Maka berbuat terbaiklah untuk masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Lebih jauh, Prijo mengatakan carilah ‘jeneng’  (nama) bukan jenang (cari hidup). Sebab jika jeneng yang dicari maka jenang akan mengikuti. Contonya bupati, dapat fasilitas mobil, sopir dan lain sebagainya. Sementara jika mencari jeneng maka hal itu tidak akan baik pola kepimpinannya.

Prajabatan di BLK Karangpandan tersebut diikuti sebanyak 129 peserta yang terdiri dari Bidan PTT sebanyak 117 peserta dan penyuluh pertanian sebanyak 12 peserta.

Lebih lanjut Prijo juga menjelaskan tentang etika birokrasi dilihat dari sikap perilaku dan karakter ASN harus mengayomi masyarakat dengan pelayanan yang bagus. Wardoyo