JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

4 Sindikat Calo CPNS Asal Sidoharjo Sragen Dilaporkan Polisi. Digawangi Pensiunan, Tipu 2 PNS Dengan Tarif Rp 135 Juta Per Kursi

Ilustrasi calo pegawai
Ilustrasi calo pegawai

SRAGEN–  Dua orang PNS di lingkungan Pemkab Sragen, Suyatmi (58) asal Kampung Karang RT 1/3, Tangkil Sragen dan Sumadi (59) asal Dukuh Sogo RT 10, Bandung,  Ngrampal,  nekat melapor ke Polres Sragen, Selasa (8/3/2018). Keduanya melaporkan seorang pensiunan PNS berinisial MUS (62) asal Sidoharjo RT 3/1, Sidoharjo Sragen bersama tiga rekannya atas tuduhan sebagai calo CPNS.

Para terlapor yang diduga merupakan sindikat percaloan CPNS itu dilaporkan meraup total Rp 270 juta dari kedua korban. Tarif yang dipatok adalah Rp 135 juta untuk satu kursi.

Aksi dugaan percaloan CPNS itu terungkap ketika kedua PNS itu melapor ke Polres Sragen.  Data yang dihimpun di Mapolres Sragen,  aksi percaloan CPNS itu terjadi pada Agustus 2014 dan Juni 2014 berlokasi di rumah terlapor MUS di Sidoharjo.

Baca Juga :  Ustadznya Positif Covid-19, Ponpes El Nusa Shobo Guno di Tangkil Sragen Langsung Dilockdown Total. Pemdes dan Warga Langsung Berempati Gelar Penyemprotan Desinfektan

Saat itu kedua PNS tersebut bertemu dengan MUS yang kemudian menawari bisa membantu anak korban meloloskan menjadi PNS. Syaratnya,  korban bisa membayar uang sebesar Rp 135 juta untuk melancarkan proses penerimaan PNS alias pelicin dan jika tidak diterima,  uang akan dikembalikan utuh.

Karena tergiur,  Suyatmi kemudian cocok dan mendaftarkan putrinya Yuyun Tri Hapsari sedangkan Sumadi mendaftarkan putarnya Beni Isbiantoro. Keduanya juga menyanggupi membayar uang sogok sebesar Rp 135 juta kepada terlapor dan kawan-kawannya.

Baca Juga :  Ponpes Ustadz Habib MA di Tangkil Sragen Masih Ditutup, 10 Santri dan Anaknya Isolasi Mandiri. Total 121 Orang Terlacak Kontak Erat dan Jalani Swab

Namun hingga janji pengumuman,  ternyata kedua nama itu gagal lolos. Uang yang diminta kembali,  hingga kini tak kunjung diberikan. Kesal karena terlapor selalu menghindar dan bahkan menghilang kontak,  korban akhirnya nekat melaporkan kasus itu ke Polres.

Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya saat ini kasus itu masih dalam pendalaman dan penyelidikan oleh tim.

“Masih didalami dan dilakukan penyelidikan, ” paparnya.  Wardoyo