JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

60 Guru Penyusun Soal USBN 2018 Asal Sragen Diamankan Selama 4 Hari di Solo

ilustrasi naskah soal USBN
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
ilustrasi naskah soal USBN

SRAGEN- Sebanyak 60 guru SD yang ditunjuk untuk menjadi tim penyusun soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun 2017/2018, mendadak harus menjalani masa karantina selama lima hari empat malam di Solo. Namun, mereka dikarantina bukan karena dalam masalah, akan tetapi mereka sengaja diamankan untuk kepentingan membedah kisi-kisi petunjuk penyusunan naskah soal dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pusat sebagai persiapan penyusunan soal USBN SD tahun 2018 ini.

Enampuluh guru itu berasal dari perwakilan 20 kecamatan dengan masing-masing kecamatan ada tiga wakil guru. Mereka berasal dari guru pengajar tiga mapel yang akan diujikan yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Matematika dan Bahasa Indonesia (BI).

“Mereka sudah kita karantina selama 4 hari 4 malam di Solo untuk membedah kisi-kisi penyusunan naskah soal ari pusat,” papar Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Sragen, Suwardi melalui Kabid Pendidikan Dasar, Kusmanto kepada wartawan, Rabu (21/3/2018).

Baca Juga :  Sopir Minibus Jurusan Sukodono-Sragen Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Sempat Dirawat di RS UNS Solo, Riwayat Penularan Masih Misteri

Menurut Kusmanto, 60 guru itu memang diberi tugas khusus sebagai tim penyusun naskah soal yang akan digunakan untuk USBN tingkat SD/MI tahun 2017/2018 ini. Untuk penyusunan naskah soal sendiri mengacu pada Prosedur Operasi Standar Penyelanggaraan USBN Tahun 2017/2018 yang dikirim dari pusat.

Ada tiga mata pelajaran (Mapel) dalam USBN untuk tingkat SD/MI, Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Kisi-kusi masing-masing mapel dibedah oleh 20 guru. Soal USBN sendiri nantinya terdiri pilihan ganda dan esai dengan waktu 120 menit.

Kusmanto menjelaskan, sebanyak 20% – 25% butir soal USBN disiapkan oleh Kementerian, kecuali untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti disiapkan oleh Kementerian Agama.

Baca Juga :  Diiringi Isak Tangis, Petani Yang Tewas Kesetrum Jebakan Tikus di Duyungan Sragen Akhirnya Dimakamkan. Almarhum Tinggalkan Tiga Anak

Sedangkan sebanyak 75% – 80% butir soal disiapkan oleh guru-guru atau tutor yang dikonsolidasikan Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.

Setelah selesai karantina, Kusmanto menjelaskan pihaknya selanjutnya akan segera mengumpulkan 60 orang yang terdiri dari Korwil (Ka UPT), 20 pengawas SD, dan 20 dari K3S dari 20 kecamatan. Mereka akan dikumpulkan guna diberikan sosialisasi terkait persiapan USBN tersebut.

“Pelaksanaan USBN sendiri dijadwalkan mulai tanggal 3-5 Mei 2018 ini. Sedangkan USBN susulan mulai 7-9 Mei 2018,” jelasnya. Wardoyo