JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Ancaman Disintegrasi, Ini Peran FKUB Wonogiri

Pengurus FKUB Wonogiri berpose bersama Forkopimda, Selasa (13/3/2018)
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pengurus FKUB Wonogiri berpose bersama Forkopimda, Selasa (13/3/2018)

WONOGIRI-Keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memiliki peranan strategis dalam pembangunan daerah. Pasalnya bisa membantu menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengungkapkan hal tersebut, dalam acara pengukuran pengurus FKUB Wonogiri masa bakti 2018-2022 di Ruang Girimanik komplek Setda Wonogiri, Selasa (13/3/2018). Bupati menilai, FKUB memiliki peran strategis di tengah ancaman disintegrasi bangsa. Hanya dengan forum FKUB Bupati berharap antar umat beragama di Wonogiri makin guyub dalam mengisi pembangunan.

Baca Juga :  Kabar Duka, Warga Kasihan Kecamatan Ngadirojo Wonogiri Ditemukan Meninggal Tergantung di Pohon Kenanga Depan Rumah

Menurut Bupati Wonogiri, di era kebebasan ini ada yang berpendapat saatnya NKRI diganti dengan faham atau falsafah berbasis agama.
tertentu. Sejak reformasi bergulir, ujar Bupati, ada kondisi yang malah memprihatinkan.

“Ada yang maunya menerapkan agar negara ini berlandaskan agama,” kata Bupati.

Melihat kondisi seperti itu, imbuh dia, Kapolres, Dandim dan aparat keamanan lainnya sibuk bahkan cenderung dibuat pusing. Maka FKUB yang dibentuk guna membantu tugas-tugas Bupati diharapkan bisa hadir sebagai  negosiator, fasilitator sekaligus dinamisator.

Baca Juga :  Jos, AD 1 PM Family Sahabat Setiawan Salurkan 360.000 Liter Air Bersih ke 3 Kecamatan di Wonogiri

“Sehingga perbedaan agama tidak dijadikan alat merusak harmonisasi bangsa khususnya di daerah kita ini,” tandas Bupati.

Pengurus yang dikukuhkan terdiri Ketua Sutopo Broto, Wakil Ketua Rosyidi Mansyur dan Liliek DS, Sekretaris Haryadi dan Heriwanto, serta 12 anggota lainnya dari unsur Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Aris Arianto