JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Awas, Waspadai Peredaran Uang Palsu Menjelang Puasa dan Lebaran

Ilustrasi
Ilustrrasi/Tribunnews

SEMARANG – Menjelang puasa dan Lebaran, masyarakat diminta waspada terhadap peredaeran uang palsu. Bank Indonesia sendiri sudah memproyeksikan besaran uang yang akan ditambahkan pada Lebaran 2018 di wilayah Jawa Tengah.

Kepala Bank Indonesia perwakilan Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, Lebaran tahun 2017, BI menyediakan uang senilai Rp 8,5 triliun.

Untuk lebaran tahun 2018, Ponco mengaku pihaknya memproyeksi akan terjadi peningkatan sebanyak Rp 1 triliun.

Baca Juga :  Inilah Inovasi dan Spirit Perajin Batik di Juwana Hadapi Pandemi Covid-19

“Ini masih perkiraan, tahun ini sekitar Rp 9,5 triliun,” kata Ponco, Jumt (23/3/2018).

Ponco menyebut, jumlah pasti penambahan uang ini akan diketahui pada April 2018.

“Maret ini atau April sudah bisa diketahui jumlah pastinya,” katanya.

Karena itu, Ponco mengimbau masyarakat agar mewaspadai peredaran uang palsu menjelang hari raya. Terlebih, beberapa waktu yang lalu tepatnya pada 16 Maret di Kudus ditemukan yang palsu yang diedarkan di masyarakat.

Baca Juga :  Tandhok Art Space, Wadah Seniman untuk Terus Berkarya

Uang palsu pecahan Rp 100 ribu ini diketahui berasal dari Surabaya dan diedarkan di Kabupaten Kudus tepatnya di Pasar Dawe.

“Modusnya 1 : 3. Satu lembar uang asli ditukar dengan tiga lembar uang palsu. Uangnya masuk dari Surabaya,” katanya.

Peredaran uang palsu ini dilakukan pada malam hari dan di pasar tradisional sehingga mudah mengelabuhi masyarakat.

“Kenali uang palsu. Tetap hati-hati dalam bertransaksi,” katanya.

www.tribunnews.com