loading...



SRAGEN- Uang palsu (Upal) yang diedarkan oleh keluarga Sujintoro (51), asal Dukuh Jimbar Kulon RT 1.5, Guworejo, Karangmalang ternyata sempat berhasil dibelanjakan ke beberapa pasar tradisional. Sebelum tertangkap di Pasar Jati Tengah, Sukodono Rabu (21/3/2018), dua putri Suji, Hartatik alias Tatik (30) dan Yunarmi alias Yunna (20), mengaku sudah sempat berhasil mengedarkan uang palsu produksi bapaknya ke beberapa pasar.

Baca Juga :  Kasus Skandal Seleksi Perdes Saradan Sragen, Polres Sita Kuitansi Rp 80 Juta dan Dokumen Penting. Berikut Daftar Barang Buktinya! 

“Sebelumnya di Pasar Gemolong dan di Pasar Gabugan (Tanon),” ujar Tatik saat ditemui di Mapolres Sragen, Kamis (22/3/2018).

Tatik yang diborgol bersama adiknya nomor tiga, Yunna, kemudian menuturkan dalam setiap beraksi mengedarkan upal, dia memang selalu berdua dengan adiknya itu. Sekali berangkat, kadang membawa upal sebanyak Rp 400.000 dan dibelanjakan ke pedagang-pedagang di pasar tradisional untuk mendapatkan kembalian uang asli.

Baca Juga :  Ratusan Guru dan Tenaga Honorer Sragen Geruduk Pemkab. Bupati Imbau Tak Mogok, Janji Buatkan SK Kadinas dan Alokasikan Insentif  

Tatik yang sudah berkeluarga dan sebenarnya tinggal di Ngawi, Jatim itu mengakui baru seminggu menjalankan tugas sebagai pengedar upal di keluarganya. Saat ditanya darimana upal didapat, ia sempat menyebut dapat dari Mas Wawan dari Gondang. Wardoyo

Loading...