JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Beri Nama Anak Pun Perlu Lihat Situasi, Keluarga Ini Bahkan Sampai Diusir Tetangga

Tribunnews

Kalau dalam ungkapan Jawa, jeneng itu neges (nama itu mengandung makna). Orang memberi nama pada anaknya, tentu memiliki harapan tertentu agar kelak si anak menjadi orang sebagaimana yang diidam-idamkan orang tua.

Tapi memberikan nama anak seperti ini, ternyata membuat sensi hingga berakibat sebuah keluarga ini diusir para tetangganya.  Entah apa alasannya, sebuah keluarga di Afghanistan ini memberi anaknya dengan nama Donald Trump.

Hal itu memang resmi tertera dalam sebuah kartu keluarga Afghanistan. Tentu yang dimaksud bukan Donald Trump presiden kontroversial Amerika Serikat. Tentu saja, bayi Afghanistan bernama Donald Trump ini seketika membuat geger pengguna media sosial di Afghanistan.

Bagaimana tidak, di negara Islam konservatif, keluarga ini malah memberi nama anak mereka Donald Trump, sosok yang begitu dibenci di banyak negara Timur Tengah.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Sebut Menkes Terawan sebagai Orang Paling Bertanggung Jawab atas Krisis Akibat Pandemi yang Dialami Indonesia

Bapak si anak itu bernama Sayed Assadullah Pooya. Meski dapat kecaman, dia mengaku punya alasan memberi nama anaknya Donald Trump.

Sayed berharap anaknya bisa mengikuti jejak Donald Trump, yang faktanya memang seorang pebisnis sukses. Netizen memang bereaksi keras dengan keputusan Sayed memberi nama anaknya Donald Trump.

Ada yang menyebut keputusan mereka, bisa membahayakan nyawa si kecil. Bahkan, ada yang mengatakan ini hanya usaha Sayed menarik perhatian Amerika, agar keluarganya bisa mendapat suaka ke Negeri Paman Sam.

Akte lahir anak Sayed yang bernama Donald Trump.

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

“Aku tak tahu, ternyata orang Afghan sangat sensitif soal nama,” ujar Sayed, kepada wartawan AFP.

Reaksi netizen pun membuat Sayed terpaksa menutup akun Facebook-nya. Bahkan, Sayed diancam dan diusir oleh tetangganya.

“Ketika aku di luar rumah, rasanya seperti terancam,” ujarnya.

Anak Sayed itu lahir di Daikundi, beberapa bulan sebelum pemilihan Presiden Amerika 2016, yang akhirnya dimenangkan oleh Donald Trump. Sayed sendiri mengakui ia adalah seorang pengagum Donald Trump, meski hanya dari kepiawaian Donald Trump ‘berbisnis’.

Ia pertama kali mengenal Donald Trump, setelah membaca buku yang dipinjamnya dari perpustakaan setempat. Buku itu berisi cerita tentang bagaimana cara menjadi kaya ala Donald Trump.

www.tribunnews.com