loading...
Loading...
Bupati mencoba alat pemanen padi di Desa Mojopuro, Kecamatan Wuryantoro.

WONOGIRI-Bupati Wonogiri, Joko Sutopo menegaskan bakal menarik kembali bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), jika bantuan dari pemerintah disewakan dengan harga yang sama atau lebih mahal dari harga sewa alsintan swasta.

Bupati mengatakan, semua pihak perlu membangun kesadaran, bahwa bantuan alsintan diberikan untuk meringankan biaya operasional petani.
“Jasa sewa alsintan misalnya traktor bantuan pemerintah seharusnya lebih murah dari pada traktor pribadi atau swasta. Kalau jasanya sama dengan swasta, silakan melayangkan aduan ke Dinas Pertanian. Traktornya akan kami tarik,” kata Bupati saat menggelar sarasehan bersama petani di balai Desa Mojopuro, Kecamatan Wuryantoro, Rabu (7/3/2018).

Baca Juga :  Terungkap, Ini Materi MPLS di SMAN Manyaran Wonogiri, Ada Panen Lele Juga Lho

Peringatan itu, tandas Bupati, sebagai bagian dari upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan ketertiban dalam menggunakan bantuan alsintan dari pemerintah. Pasalnya, masih banyak penerima bantuan yang pengelolaannya belum sesuai dengan tujuan pemberian bantuan tersebut.

Baca Juga :  Kabar Wonogiri Terkini. Nakamura Hadir di Wonogiri, Layani Balita Hingga Lansia

“Alhamdulillah untuk saat ini, belum ada bantuan alsintan di kabupaten tersebut yang ditarik kembali oleh pemerintah,” beber Bupati.

Bupati dalam kesempatan itu juga memimpin memanen padi dari demonstrasi plot (demplot) di Desa Mojopuro. Adapun hasil panen padi di desa tersebut bisa mencapai sembilan ton gabah per hektare.

Baca Juga :  Ratusan Pemuda Dari 8 Kecamatan di Wonogiri Ikuti PERMATA CAI ke-40 di Masjid Umar Hamdan Nguntoronadi

Ketua Gapoktan Rahayu Widodo Desa Mojopuro, Surono mengungkapkan, beberapa bantuan Alsintan yang berupa mesin panen di kelompoknya disewakan dengan harga jauh lebih rendah dari swasta. Setiap satu karung gabah panen, ongkos sewanya hanya Rp 10.000. Aris Arianto

Iklan
Loading...