JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Cak Imin Pede, Ketum PB NU: Kalau Pak Jokowi Tak Memilih, Mau Gimana?

Foto/Tempo.co
Foto/Tempo.co

JAKARTA– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Said Aqil Siradj mengatakan Joko Widodo (Jokowi) memiliki hak prerogatif untuk menentukan sendiri posisi calon wakil presiden (cawapres). Karenanya ia menyampaikan sekali pun didorong para ulama,  Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk maju mendampingi Jokowi,  semua keputusan sepenuhnya kembali ke tangan Jokowi.

Pernyataan itu disampaikan Said menanggapi optimisme Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar yang bakal digandeng Jokowi sebagai Cawapres.

“Didorong pun kalau Jokowi tidak menghendaki, enggak bisa dong. Artinya percuma saja kalau kiai sudah saran, tapi Pak Jokowi tidak memilih, mau gimana?” kata Said Aqil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Baca Juga :  Klinik Aborsi Ilegal Digerebek Polisi, 10 Orang Jadi Tersangka. Buka Praktik sejak 2017, Sudah Gugurkan Lebih dari 32.000 Janin

Sebelumnya Muhaimin Iskandar yakin bahwa Jokowi akan memilihnya sebagai calon wakil presiden. Pernyataan Muhaimin disampaikan dalam acara ‘Sholawat Anti Narkoba Para Artis bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar’ yang berlangsung di Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, 6 Maret 2018.

Muhaimin mengatakan masih menunggu pertimbangan para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama untuk menentukan arah koalisi pada Pemilihan Presiden 2019.

Baca Juga :  Bakal Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Harga Paket Ibadah Umrah di Masa Pandemi Diperkirakan Naik 10 Persen

PKB menjadi salah satu partai pendukung pemerintah yang belum mendeklarasikan dukungannya terhadap Jokowi dalam pilpres.

Said Aqil menuturkan awalnya para kiai NU mengharapkan agar Cak Imin bisa menjadi calon wakil presiden Jokowi.

“Tapi kembali itu kewenangan pak Jokowi. Itu hak prerogatif Jokowi untuk memilih siapa pendampingannya,” katanya.

Menurut Said Aqil, Jokowi harus memilih cawapres yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan kualitas sebagai wakil presiden. Ia menyarankan agar cawapres Jokowi berasal dari kalangan religius.

“Sudah pastilah, kan sila pertama ketuhanan maka harus religius,” ujarnya.

www.tempo.co