loading...
Loading...
Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo melepas peserta Charity Fun Bike Pembangunan Gedung Panti Asuhan Muhammadiyah, Minggu (4/3/2018)

SOLO–Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta menggelar penggalangan dana bagi pembangunan Gedung Panti Asuhan Keluarga Anak Yatim Muhammadiyah (PAKYM) Solo, dalam bentuk Charity Fun Bike, Minggu (4/3/2108).

Ajang sepeda santai untuk penggalangan dana tersebut diikuti oleh masyarakat umum yang sebagian besar adalah warga Muhammadiyah dari Kecamatan Laweyan.

Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo melepas seribuan peserta Charity Fun Bike di Panti Asuhan Keluarga Anak Yatim Muhammadiyah (PAKYM) Solo, Minggu (4/3). Sejumlah Pimpinan Muhammadiyah Kota Solo juga terlihat bersepeda.

“Kegiatan Charity Fun Bike kali ini diselenggarakan dalam rangka pengumpulan dana pembangunan Gedung PAKYM Solo,” ungkap mantan Kepala PAKYM Solo, Sofyan Anief yang kini menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Kegiatan Charity Fun Bike, menurut Sofyan, menyusuri jalanan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi mulai dari kawasan Purwosari menuju arah timur hingga perempatan Nonongan. Dari perempatan Nonongan beluk menuju perempatan Coyudan belok ke arah barat menyusuri Jalan Rajiman hingga pertigaan Jongke ke arah utara menuju Purwosari kembali.

Baca Juga :  Nama Anak Diplesetin Jadi Produk Es Teh,  "Jan Es Teh" Gibran : Bagus, Kreatif!

Sementara itu, Achmad Purnomo mengemukakan, Pemerintah Kota Surakarta mensupport pembangunan gedung PAKYM Solo. “Artinya rencana pembangunan gedung PAKYM tiga lantai Pemerintah Kota Surakarta mendukung, terutama agar bisa menampung anak-anak yatim di Kota Solo,” ungkapnya.

Karenanya, Wakil Walikota Solo yakin, Panti Asuhan seperti PAKYM bisa ikut menampung, mendidik dan mengawasi serta membina anak-anak yatim, sehingga kedepannya diharapkan menjadi anak dan pemuda seperti yang kita inginkan bersama.

“Pembinaan anak yatim merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Oleh Karena itu keberadaan panti asuhan yang dikelola oleh Muhammadiyah merupakan wujud nyata kiprah Muhammadiyah dalam kehidupan bernegara,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ginda Kembalikan Formulir Pendaftaran Bakal Calon Wakil Walikota Awal Pekan Ini

Pada kesempatan itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo, Subari mengemukakan, PAKYM ini dibangun dengan harapan tidak saja sebagai asrama tetapi lebih dari itu yakni pondok pesantren yang bisa dipakai sebagai tempat menimba ilmu terutama ilmu agama Islam. “Setelah pembangunan PAKYM selesai, diperkirakan bisa menampung sebanyak 200 orang. Sedang pembangunan akan menghabiskan biaya sebesar Rp 19,5 miliar,” jelasnya.(Triawati Purwanto)

Loading...