JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Duh, 52 Peserta Donor HUT Persit Kodim Sragen Ditolak Sumbangkan Darahnya. Darah Mereka Ternyata..?

Suasana donor darah HUT Persit KCK Kodim Sragen. Foto/Wardoyo
Suasana donor darah HUT Persit KCK Kodim Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN– Sebanyak 52 orang peserta donor darah dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-72, Persit Kartika Candra Kirana (KCK) Kodim 0725/Sragen urung menyumbangkan darahnya. Mereka ditolak oleh petugas donor karena berbagai alasan.

Donor darah dalam rangka bakti sosial HUT Persit itu digelar di Aula Makodim, Kamis (1/3/2018). Hadir dalam kegiatan Anggota Kodim 0725/Sragen, Persit KCK Cab XLVI, Minvet Sragen, Bhayangkari Polres Sragen dan ormas.

Ketua Persit KCK Cabang XLVI Dim 0725/Sragen Ny. Dita menyampaikan rasa terima kasih  dan penghargaan yang tulus kepada Para peserta Donor Darah yang dengan penuh keikhlasan rela menyumbangkan darahnya demi menolong orang yang membutuhkan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Kecamatan Sidoharjo Terus Meningkat, Kapolsek Gerakkan Program Sidoharjo Bermasker. Izin Hajatan dan Keramaian Sementara Stop Dulu!

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk sumbangasih TNI AD kepada masyarakat.

“Setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya memberikan manfaat bagi yang menerima donor darah, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor darah. Karena saat melakukan donor darah maka tubuh pendonor akan bereaksi langsung memproduksi darah-darah baru, jadi kegiatan donor darah merupakan kegiatan yang saling menguntungkan,” papar istri Dandim 0725/Srg, Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo itu.

Ia juga menyampaikan dengan adanya kegiatan donor darah ini, akan dapat membantu mengatasi kekurangan persediaan darah di rumah sakit maupun di Palang Merah Indonesia khususnya di Kab. Sragen.

Baca Juga :  Berikut Daftar Lengkap 8 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19. Kecamatan Masaran Paling Banyak!

“Kegiatan donor darah ini tidak hanya berhenti sampai disini saja, namun justru perlu lebih ditumbuh kembangkan dan dibudayakan serta dilaksanakan secara rutin, sesuai ketentuan medis, baik yang dilakukan secara bersama-sama maupun dengan cara perorangan,” tegas Ny Dita.

Dengan jumlah pendonor yang hadir 145 orang yang layak diambil darahnya sebanyak 93 orang, dengan rincian golongan darah A = 16 orang, B = 37 orang, O = 36 orang serta AB = 4 orang. Sementara,  Dandim menambahkan untuk 52 orang yang tidak jadi diambil darahnya. Hal itu dikarenakan mereka tidak memenuhi syarat yaitu  tensi, berat badan dan HB rendah. Wardoyo