JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geger Penemuan Mayat di Warung Yu Sani Gondang Sragen. Korban Diketahui Sempat Jajan

Tim Inafis Polres dan Polsek Gondang saat melakukan olah TKP di warung ditemukannya mayat, Minggu (11/3/2018). Foto/Wardoyo
Tim Inafis Polres dan Polsek Gondang saat melakukan olah TKP di warung ditemukannya mayat, Minggu (11/3/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Warga Dukuh Gondangtani, RT 30, Gondang digemparkan dengan insiden tewasnya seorang kakek di warung Yu Sani (45), Minggu (11/3/2018). Kakek yang kemudian diketahui bernama Muhamad Jupri (66) itu ditemukan tergeletak telungkup di lantai warung.

Tewasnya kakek asal Dukuh Kenatan RT 17, Desa Karang Anyar, Kecamatan Sambungmacan itu memang membuat geger warga. Pasalnya beberapa saat sebelumnya,  korban diketahui masih makan di warung tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui tewas pukul 06.30 WIB. Menurut keterangan pemilik warung, korban datang sekira pukul 06.30 WIB.

Pagi itu,  korban datang mengendarai sepeda motor Honda Vario Nopol AD 2294 EY.

Baca Juga :  Tambah 5 Positif dan 1 Meninggal, Kasus Covid-19 Sragen Hari Ini Jadi 782. Pasien Sembuh Tambah 18 Orang, Sudah 83 Meninggal Dunia

“Sesampai di warunh, lalu duduk di kursi panjang menghadap ke barat. Dia sempat makan tapi kemudian tiba-tiba roboh dan napasnya bersuara ngorok. Saya jadi kaget, ” ujar Sani saat dimintai keterangan Polsek Gondang

Melihat ada yang tak beres,  Sani langsung berteriak memanggil Lestari (42) karyawan warung dan warga lainnya. Mereka beramai-ramai berusaha menolong korban.

Namun korban sudah dinyatakan meninggal dunia sehingga langsung dilaporkan ke Ketua RT dan Polsek. Tak lama berselang,  tim Polsek Gondang dan Inafis Polres tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP serta menghubungi pihak keluarga.

Baca Juga :  9 Warga Sragen Terpapar Covid-19 Hari Ini, Satu Suspek Kembali Meninggal Dunia. Total Kasus Mencapai 812 Positif, Sudah 88 Warga Meninggal

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya dari hasil olah TKP dan pengecekan,  tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

“Dari tim medis yang memeriksa, korban diduga kuat meninggal mendadak akibat serangan jantung. Keterangan pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban sudah lama mengidap penyakit jantung,” terangnya.

Karena keluarga sudah menerima sebagai musibah,  jasad korban selanjutnya diserahkan untuk dimakamkan di pemakaman tempat domisili korban di Sambungmacan. Wardoyo