JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hasil Survei Populi, Susi Pudjiastuti Menteri yang Dianggap Sering Bikin Gaduh

Tribunnews

JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti dianggap sebagai menteri yang paling sering membuat kegaduhan oleh masyarakat. Benarkah? Namum itulah hasil dari penelitian Populi Center.

“Ternyata Susi Pudjiastuti ini dianggap menteri yang sering membuat kegaduhan,” ungkap  Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati  saat  menyampaikan hasil survei lembaganya, di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Sebesar 7,2 persen masyarakat melabeli Susi sebagai anggota kabinet yang paling “berisik”.
Disusul Menteri Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan sebesar 5,8 persen dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI Wiranto 1,8 persen.

Baca Juga :  KPK Tengarai ada Beberapa Persoalan Pengelolan Aset di GBK

Hartanto berkata, pihaknya membebaskan masyarakat untuk memberikan penilaian kepada pembantu presiden sebagai “tukang gaduh” tanpa memberikan batasan.

“Kegaduhan ini tergantung perspektif responden. Apakah itu positif atau negatif, bebas,” kata Hartanto.

“Ini mungkin prefrensinya (responden) karena atensi di media yang sering disajikan terhadap masyarakat,” sambungnya.

Menteri lainnya, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya sebesar 1,1 persen, Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek sebesar 1,1 persen, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati sebesar 1,1 persen.

Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo sebesar 0,9 persen, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin sebesar 0,8 persen.

Baca Juga :  Sebagian Warga Jakarta Dihebohkan Suara Dentuman Misterius

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral RI Ignatius Jonan sebesar 0,7 persen dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna Hamonangan Laoly sebesar 0,7 persen.

Survei Populi Center digelar pada 7-16 Februari lalu dengan melibatkan 1200 responden di 120 desa/kelurahan yang tersebar di 120 kecamatan dan di 34 provinsi se-Indonesia.
Survei menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,899 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen dan menggunakan pendanaan internal. Tribunnews