JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Idrus Marham: Ada Elite Yang Coba Sebarkan Hoax dan Fitnah ke Jokowi!

Idrus Marham. Foto/Partai Golkar.com

idrus marhamm
Idrus Marham. Foto/Partai Golkar.com

SRAGEN- Memasuki tahun politik dan menjelang Capres, Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham menyebut ada orang-orang dan elite yang mencoba menyebarkan hoax ke Presiden Jokowi. Karenanya memperbanyak kunjungan ke daerah dan menyosialisasikan program-program serta prestasi pemerintah adalah cara yang dilakukan untuk menangkal hoax dan fitnah tersebut.

Hal itu disampaikan Idrus saat bertandang ke Sragen dalam lawatan acara Dialog Nasional 9 bertajuk “Indonesia Maju” di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (31/3/2018).

“Kami berkeyakinan apapun kata orang-orang dan elite yang mencoba menyebarkan hoak, yang coba sebarkan fitnah-fitnah terkait Presiden Jokowi sendiri maupun pemerintahannya, kami yakin raktar akan melihat berdasarkan dengan apa yang sudah dilakukan pemerintah,” papar Idrus saat ditemui wartawan usai acara.

Baca Juga :  Sudah 3 Guru di Sragen Meninggal Terpapar Covid-19 dan 7 Positif, Kepala Cabang Dinas Provinsi Jateng VI Imbau Semua Guru dan Karyawan Tak Pergi Luar Kota Rombongan Pakai Mobil. Ini Bahayanya!

Menurut Idrus, salah satu tujuan Dialog Nasional di beberapa daerah itu memang untuk mensosialisasikan pikiran dan prestasip-prestasi pemerintah yang sudah dilakukan. Ia juga mengaku memang masih ada kekurangan, dan perlu ada perbaikan terkait kinerja pemerintahan saat ini.

Perihal apakah Dialog Nasional itu akan dilaksanakan sampai mendekati Pilpres, ia mengatakan bahwa itulah jalan untuk mempertemukan pemerintah dengan masyarakat. Ia juga menggaransi acara blusukan ke daerah dan dialog-dialog serupa akan terus dijalankan.

Baca Juga :  Selain Pasal Penipuan, Bos Investasi Rangrang CV MSB Sragen Sugiyono Juga Dijerat Pasal Pencucian Uang

“Nanti saya di Karanganyar, nanti malam di Solo. Tanggal 1 April di Kebumen. Dialog seperti ini memang harus selalu karena itu karakter kepemimpinan Pak Jokowi.Memang harus menyatu, mendengar rakyat dan seterusnya. Kalau sudah karakter itu ya nggak bisa berubah. Bagus begitu,” ujarnya sembari tersenyum. Wardoyo