JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Pencabulan Massal oleh Guru SD Kalangan Gemolong Meledak Sampai Luar Negeri. 4 Korban Kembali Diperiksa, APPS Minta Pengusutan Tuntas

Sejumlah mantan siswi SD Kalangan Gemolong bersama orangtuanya saat datang ke Polres Sragen untuk menjalani pemeriksaan tambahan Kamis (22/3/2018). Foto/Wardoyo
Sejumlah mantan siswi SD Kalangan Gemolong bersama orangtuanya saat datang ke Polres Sragen untuk menjalani pemeriksaan tambahan Kamis (22/3/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Sebanyak empat mantan siswi SD Kalangan,  Gemolong yang menjadi korban pencabulan massal oleh oknum guru berinisial SW (59), kembali menjalani pemeriksaan di Polres Sragen,  Kamis (22/3/2018). Didampingi orangtua dan Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen, mereka diperiksa oleh tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim.

Mereka datang ke Polres Sragen sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka yang mayoritas mengenakan hijab,  kemudian menutupi wajahnya dan satu persatu memasuki ruangan penyidikan.

Selama hampir dua jam,  keempat siswi yang kini sudah duduk di bangku SMP dan SMA itu dimintai keterangan secara tertutup. Mereka Didampingi Koordinator APPS,  Sugiarsi dan Psikolog mitra APPS, Dewi Novita.

“Hari ini ada empat korban yang diperiksa lagi untuk dimintai keterangan tambahan. Tadi selama 2 jam mereka diperiksa penyidik. Yang satu siswi berhenti sekolah itu belum bisa ikut karena kondisi psikologinya masih syok terus, ” papar Sugiarsi,  Kamis (22/3/2018).

Baca Juga :  Hati-Hati, Jelang Pengumuman Hasil Seleksi CPNS, BKPSDM Sragen Imbau Tak Tergiur Tawaran Oknum-Oknum Tak Bertanggungjawab!

Ia sangat berharap Polres bisa mengusut tuntas kasus itu dan pelaku bisa dihukum setimpal atas perbuatannya. Ia juga meminta proses penyidikan dilakukan secara profesional layaknya ratusan kasus serupa yang didampingi APPS dan semua berakhir tuntas serta hukuman berat bagi pelaku.

Terlebih,  meski yang resmi melapor hanya lima siswi,  ia meyakini jumlah korban aksi pencabulan guru SW belasan lebih.

“Apalagi mencuatnya kasus ini sudah meledak dan memantik kemarahan hebat dari kerabat dan keluarga korban yang ada di Jakarta,  Bandung,  luar jawa bahkan sampai kerabat yang ada  luar negeri. Kalau nggak diredam dan segera dituntaskan,  kami khawatir mereka bisa meluapkan. Karena dari awal keluarga-keluarga korban yang di luar itu pinginnya pulang dan nggeruduk terus, ” tukasnya.

Baca Juga :  Kapolres Sragen Ungkap Sejumlah Siswi SMP Korban Predator asal Mondokan, Sempat Menangis Saat Dipaksa Layani Hubungan Intim di Kuburan. Satu Siswi asal Tanon Bahkan Sempat Dicekik

Sementara,  sebelumnya Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yuli Monasoni menegaskan saat ini kasus masih ditangani oleh tim PPA. oknum guru kelas IV yang diduga mencabuli banyak siswinya sejak 2010 itu juga sudah ditahan di Mapolres Sragen untuk menjalani proses hukum.

“Sudah kita amankan. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap empat korban di Polsek Gemolong itu,  tersangka langsung kita bawa ke Polres untuk menghindari amuk warga. Sekarang sudah ditahan di Polres, ” papar AKP Yuli. Wardoyo