JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Patut Dicontoh!. Pria Sleman Ini Sulap Selokan Kumuh Jadi Terapi Ikan Gratis

welut
Pengunjung sedang mencoba terapi ikan Nilem di selokan dekat mebel milik Welut, Jumat (30/3/2018). Foto: TribunJogja.com 

Prihatin dengan kondisi di sekitarnya, seorang pemuda asal Sleman tergerak hatinya untuk mengambil langkah berani dengan mengubah lingkungannya.

Pemuda yang kerap disapa Welut dan tinggal di Dusun Widoro, Morangan Delapan, Triharjo, Sleman ini membuat inovasi terapi ikan gratis di selokan dekat usaha mebel miliknya.

Sejak tahun 1989, Welut sudah tinggal di Dusun Widoro, Morangan Delapan, Triharjo, Sleman. Dahulu, hanya Welut dan keluarganya lah yang tinggal di daerah ini. Namun semakin hari, semakin banyak pendatang dan membuat rumah di sekitar tempat tinggalnya.

Parahnya sampahpun ikut menggunung bersamaan dengan banyaknya penduduk.

Sudah beberapa kali Welut memergoki orang-orang yang seenaknya membuang sampah secara sembarangan, baik di sungai maupun di sekitar mebel miliknya.

Bulan Oktober 2016, pemerintah setempat mulai membangun selokan di dekat mebel miliknya.

Baca Juga :  Pilkada 2020 Berdampak Pada Penambahan Kasus Positif Covid-19

Bukannya dimanfaatkan sebagai saluran air agar tidak banjir, selokan tersebut malah banyak dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Saya sangat prihatin dengan banyaknya sampah dari rumahan, banyak popok juga yang dibuang sembarangan. Selain baunya yang membuat tidak nyaman, juga tidak enak dipandang”, terangnya.

Dengan adanya selokan, bukannya malah membuat lingkungan menjadi bersih.

Malah setiap hari Welut harus berurusan dengan sampah.

Setiap malam pula dia harus membakari sampah-sampah yang dibuang orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Karena sudah sangat penat melihat sampah dan kegemarannya memancing ikan, ide untuk mengisi selokan dekat mebel miliknya dengan ikan terapi pun muncul.

Welut pun mengubah selokan yang dulunya kumuh dan bau, menjadi ramai kunjungan orang-orang yang ingin melakukan terapi ikan.

Baca Juga :  Pemkot Yogya Gencarkan Pemutusan Penularan Covid-19, Ini Yang Dilakukan    

“Awalnya saya membeli ikan Nilem sebanyak 5 kilogram di Muntilan. Niat saya memang murni ingin membebaskan selokan dari sampah”, ungkapnya.

Awalnya, hanya ada satu dua orang yang datang.

Namun, setelah ada yang mengunggahnya ke facebook, semakin hari semakin banyak orang berdatangan karena penasaran.

Sudah banyak orang berdatangan, baik dari warga sekitar maupun dari luar kabupaten Sleman seperti Bantul, Magelang, Kulonprogo.

Bahkan, ada turis asing juga yang kebetulan mampir karena merasa penasaran.

“Awalnya dulu, banyak sekali yang mencibir. Sampai-sampai dari Dinas Pekerjaan Umum sempat tiga kali kesini menegur agar segera dibongkar. Semoga dengan dijadikan tempat terapi ikan menjadi lebih bermanfaat daripada banyak sampah,” terangnya.

www.tribunnews.com