JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kawasan IKN Dilanda Banjir Setinggi Lutut Orang Dewasa, Berasal dari Luapan Sungai

Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Troy Pantouw, ketika ditemui usai konferensi pers terkait Informasi Ibu Kota Nusantara (IKN) Terkini di Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (30/1/2024) | tempo.co
   

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dilanda banjir pada Jumat (3/5/2024) sore.

Air mulai menggenangi wilayah IKN pada pukul 14.25 WITA, usai hujan mengguyur sejak pukul 4.30 WITA.

“Rendaman selutut orang dewasa. Banjir dari luapan sungai,” kata Randi Randiyansah, warga setempat, saat dihubungi Tempo, Sabtu (4/5/2024).

Randi menyebut banjir membuat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan petugas kelurahan berjaga-jaga di sekitar titik utama banjir. Adapun banjir baru mulai surut pada Jumat sekitar pukul 23.00 WITA.

Baca Juga :  Polemik Obral Izin Tambang oleh Jokowi, Center of Energy and Resources Indonesia Bakal Gugat  PP Nomor 25 Tahun 2024

Staf Khusus Kepala dan Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw  membenarkan banjir itu. Menurut dia, titik banjir merupakan wilayah yang sering mengalami banjir sejak dimulainya transmigrasi di kecamatan Sepaku pada tahun 1975.

“Historis penggunaan lahan pada masa lampau dan penanganan banjir yang belum efektif, mengakibatkan potensi bencana hidrometeorologi jika terjadi hujan,” ujar Troy saat dikonfirmasi.

Troy menyebut banjir itu berdampak pada genangan di halaman rumah dengan tinggi muka air (TMA) setinggi 70 cm. Dia memastikan Otorita IKN bersama BPBD Prov Kaltim dan BPBD PPU telah melakukan penanganan di lokasi.

Baca Juga :  Anggota Dewan Sentil Belum Satupun Investor Asing Masuk IKN, Bahlil: Tunggu Habis 17 Agustus

“Saat ini banjir telah surut dan tidak ditemukan adanya genangan lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Troy mengatakan bahwa menurut informasi terbaru dari BMKG, selama 3-5 Mei 2024 diprediksi potensi hujan lebat (>50 mm/hari) yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.

“Di Kelurahan Sepaku, misalnya, kami bisa langsung merasakan dampaknya. Hujan pada tanggal 4 Mei 2024, dimulai dari jam sekitar 06:15 sd.13:00 WITA, curah hujan lebih besar dibanding tanggal 3 Mei 2024,” ucapnya.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com