JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Santri Korban Penyerangan Misterius di Ponpes Tanon Sragen Dirujuk ke Rumah Sakit

Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN- Udin (17) santri Pondok Pesantren (Ponpes)  Raudlatul Falah Dukuh Karangdowo RT 26, Kecik,  Tanon,  Sragen yang menjadi korban aksi penyerangan pria misterius Rabu (14/3/2018) siang terpaksa dirujuk ke RS Yakssi Gemolong. Luka serius di bagian ulu hati dan punggung yang ia derita,  diduga menjadi alasan dokter Puskesmas Tanon, akhirnya merujuk santri asal Wonosobo itu ke RS.

“Barusaja, korban dirujuk ke RS Yakssi Gemolong. Ini saya masih di Polsek Tanon berkoordinasi dengan Polsek, ” ujar Kasie Pemerintahan Kecamatan Tanon, Daliyo,  Rabu (14/3/2018) malam.

Meski harus dirujuk,  menurutnya kondisi korban dipastikan tidam begitu fatal. Ia optimistis korban bisa pulih kembali.

Dari keterangan saksi mata,  Huda (22) warga yang membawa Udin ke Puskesmas Rabu (14/3/2018) sore, saat pertama kali ditemukan dua rekannya di kamar, Udin dalam kondisi memang tak sadarkan diri.

Baca Juga :  Hasil Rakor Terbaru, Kapolres Sragen Tegaskan Tetap Tak Akan Terbitkan Izin Keramaian. Semua Jajaran Polsek Sudah Diinstruksikan, Hajatan Boleh Tapi Ijab Qabul Saja!

Dari keterangan korban, pelaku memukul bagian perut dan ulu hati berkali-kali kemudian diakhiri dengan menimpakan satu karung gabah ke tubuh korban yang sudah tidak berdaya.

“Kelihatannya ada tulang yang patah karena dipukuli perut dan ulu hatinya. Lalu dibleki gabah satu karung. Tadi kami sempat antar ke Puskesmas setelah itu lapor ke Polsek. Tadi juga sempat dipasangi korset, ” terangnya seusai melapor ke Polsek Tanon,  Rabu (14/3/2018) petang.

Sementara Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman memastikan kondisi korban sudah tertangani dan relatif tak terlalu parah. Menurutnya saat ini tim masih menyelidiki dan melakukan pendalaman mengenai siapa pelaku penyerangan yang disebut misterius di Ponpes itu.

“Masih kami dalami. Belum bisa memprediksi,  nanti ditunggu perkembangannya. Yang jelas tadi sudah kami cek dan minta keterangan pengasuh Ponpes dan saksi-saksi, ” terangnya Rabu (14/3/2018) malam.

Baca Juga :  Meledak Lagi, Tambah 12 Warga Positif Hari Ini, Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 485. Dua Warga Suspek Kembali Meninggal, Total Sudah 68 Warga Meninggal Terkait Covid-19

Seperti diberitakan, aksi teror penyerangan menimpa santri di Pondok Pesantren Raudlatul Falah di Dukuh Karangdowo RT 26, Desa Kecik,  Kecamatan Tanon,  Rabu (14/3/2018) siang sekira pukul 11.30 WIB atau tepat saat duhur. Satu orang santri bernama Udin (17) asal Wonosobo terpaksa dilarikan ke Puskesmas karena mengalami luka serius.

Pelaku disebut diketahui satu orang dan diketahui memakai pakaian tertutup warna hitam. Sejumlah santri dan warga mengaku sempat mengejar namun pelaku mendadak diketahui menghilang di dekat sungai yang berjarak 100 meter dari lokasi pondok. Korban diserang saat gengah bertugas jaga kamar santri di rumah bagian bawah.

Sedangkan lima santri lainnya menjalankan salat dhuhur. Saat korban tengah istirahat di kamarnya,  mendadak ia dikejutkan dengan kehadiran pria misterius yang menerobos masuk kamar dengan menjebol jendela dan kemudian menyerangnya bertubi-tubi.  Wardoyo