JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sebut Jokowi Tak Otoriter, Sekjen Partai Golkar Target Jokowi Menang 65 % di Pilpres 2019

Idrus Marham. Foto/Partai Golkar.com

idrus marhamm
Idrus Marham. Foto/Partai Golkar.com

SRAGEN- Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham memastikan Partai Golkar sudah bulat mendukung Joko Widodo, sebagai Calon presiden (Capres) di Pilpres 2019 mendatang. Idrus yang menyebut Jokowi dengan istilah calon patahana (mungkin yang dimaksud petahana) menegaskan kehadiran Golkar yang kali ini merapat ke Jokowi harus bisa memberi nilai tambah untuk memenangkan Jokowi di Pilpres dengan angka 65 persen.

Hal itu disampaikan Idrus seusai menghadiri acara Dialog Nasional bertema “Ïndonesia Maju” di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (31/3/2018). Kepada wartawan, Menteri Sosial itu menegaskan dukungan untuk Jokowi sebagai Capres di 2019 sudah ditegaskan oleh Golkar sejak 2016.

Baca Juga :  Komplotan Perampok Toko Gading Pet Shop Sragen Berhasil Ditangkap. Yang Satu Masih Pelajar, Oh Ternyata Tetangga Sendiri, Nih Penampakannya!

“Pada waktu itu kita sudah mencalonkan dengan penuh keyakinan bahwa Jokowi adalah presiden. Kalau maju dia itu incumbent, dia patahana. Bukan lagi orang yang baru belajar presiden. Jadi tentu beliau tahu persis siapa kader bangsa terbaik yang diproyeksikan untuk dapat mendampingi ke depan,” paparnya.

Idrus meyakini siapapun yang dipilih sebagai Cawapres, partainya menyerahkan secara penuh ke Presiden Jokowi. Ia juga meyakinkan siapapun yang dipilih sudah pasti memiliki kontribusi dalam rangka peningkatan elektablitas.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Sragen Rabu 24 April 2021, Awas 4 Kecamatan Berpotensi Hujan Sedang, Sebagian Disertai Petir!

Menurutnya, bergabungnya partai Golkar yang di Pilpres 2014 tidak mendukung Jokowi, harus bisa memberikan nilai tambah. Bahkan pihaknya menargetkan kemenangan Jokowi di 2019 minimal 65 persen.

“Kalau dulu hanya 50an persen, kehadiran Golkar harus memberikan nilai tambah harus pastikan seperti itu,” tukasnya.

Soal nama Cawapres, Golkar juga meyakini Jokowi sebagai seorang tokoh yang demokratis. Pasti terlebih dahulu akan mengajak bicara ketua umum, pimpinan partai-partai pendukungnya sebelum memutuskan.

“Karena kepemimpinan Pak Jokowi bukan otoriter, bukan seenaknya sendiri,” tukasnya. Wardoyo