JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sempat Teriakkan Takbir, Warga Ngarum Ngrampal Kemudian Ditemukan Tewas Gantung Diri

Tim Inafis Polres Sragen saat melakukan pengecekan terhadap jasad korban Sabtu (10/3/2018). Foto/Wardoyo
Tim Inafis Polres Sragen saat melakukan pengecekan terhadap jasad korban Sabtu (10/3/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN– Warga Desa Ngarum,  Ngrampal digemparkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan salah satu warga,  Waluyo (48) Sabtu (10/3/2018). Pria paruh baya itu sempat diketahui melafalkan Takbir sebelum kemudian ditemukan meregang nyawa.

Korban diketahui nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam rumahnya.

Informasi yang dihimpun, korban diketahui mengantung dengan tali senar warna kuning yang ditambatkan di blandar rumahnya.

Kejadian diketahui kali pertama oleh saudaranya,  Pardi (52). Pardi yang curiga tak melihat kakaknya,  mencoba mencari tahu.

Baca Juga :  Tolak KAMI, Dewan Rakyat Jelata Sragen Gelar Demo di Alun-Alun. Sunarto Ingatkan KAMI Rawan Ditunggangi Kepentingan dan Berpotensi Adu Domba Warga!

Ia makin curiga ketika melihat pintu rumah korban masih tertutup. Sesaat kemudian ia mendengar suara lengkingan Takbir dari arah rumah adiknya itu.

Khawatir terjadi apa-apa,  ia kemudian menghampiri rumah itu. Karena rumah dikunci dari dalam,  ia kemudian mendobraknya bersama Parmin.

Alangkah terkejutnya ketika keduanya masuk dan mendapati pemandangan adiknya sudah tewas di gantungan. Keduanya langsung histeris hingga mengundang kedatangan warga. Tak lama berselang,  tim Polsek Ngrampal langsung melakukan evakuasi dan olah TKP.

Baca Juga :  Tambah Lagi 9 Warga Positif Hari Ini, Jumlah Total Kasus Covid-19 Sragen Meroket Jadi 419. Sebanyak 780 Warga Terdeteksi Kontak Erat, Sudah 58 Meninggal Dunia

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Muryati mengungkapkan dari olah TKP,  tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Dari keterangan kerabat,  korban memiliki riwayat gagal ginjal dan tak kunjung sembuh. Diduga korban putus asa sehingga menempuh jalan pintas menggantung diri, ” terangnya.

Seusai visum,  jasad korban langsung diserahkan keluarga untuk dilakukan pemakaman. Wardoyo